Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2020

Semua Akan Jadi Ahli Pada Waktunya

Melihat kondisi saat ini aku teringat kemarin fenomena terdekat yaitu PEMILU dan PILPRES, fenomena dimana semua orang di Indonesia merasa menjadi ahli politik semua. Dari semua kalangan merasa merekalah yang paling benar, yang paling tahu. Seolah selain dari mereka itu salah, padahal apa yang mereka bahas bukanlah bidangnya, tidak ada yang menjamin perkataan mereka, tidak ada data valid yang menjadi landasan mereka. Intinya mereka merasa mereka ahli politik. Aku mencermati keadaan saat ini hampir sama seperti kemarin dalam hal tersebut, kalau kalian mencemati juga, insya allah kalian setuju dengan aku. Entah ini alaminya manusia atau memang dibuat-buat aku tidak paham, entah hanya di Indonesia saja atau di Negara lain juga sama aku juga tidak tahu. Fenomena virus covid-19 atau biasa disebut corona, serapan dalam bahasa Indonesianya korona. Fenomena inilah yang sangat luar biasa dan mencuri perhatian semua orang tidak pandang siapa orangnya. Hal ini seperti yang sudah aku tulis ...

Buka Enam

Ngga biasanya aku beli nasi buat sahur, biasanya aku ngga beli tapi untuk ini aku laper banget jadi aku beli, walau mikir-mikir uang cuma tinggal 5000. Aaah kerasa banget nih adanya korona, alkhamdulillah aku masih punya allah. Aku kurang beraktifitas puasa hari ke enam ini dan tidak ada yang menarik. Aku tudur jam 7 pagi, bangun dhuhur cuma buat sholat tidur lagi bangun jam 5 sore. Aaah badannya pada pegel banget, tadi waktu tidur mimpinya macem-macem paling keinget itu mimpi naik gunung, yang lainnya samar-samar mimpi aku buat alat atm sendiri dan di pake banyak orang, terus ini yang paling ngga jelas dan kurang diingetan aku ketemu anak mbaku dari pakdeku. Udah si itu aja, yang lainnya biasa ngopi, ngrokok, ngobrol, nulis. Salam Keberuntungan

Buka Lima

Ahirnya udah hari kelima, kesan sekali puasa dihari kelima ini, sahurnya aku ngga makan cuma ngopi, ngrokok, sama minum air yang banyak, ketulung waktu buka kemarin aku makan, biasanykan ngga. Saat sahur aku liat-liat tulisanku lagi, liat-liat blogku, liat-liat akunku di kompasiana, dan juga aku liat-liat youtubeku yang ngga naik-naik subcribernya, ngga papalah walau ngga jadi apa-apa akun-akunku yang penting aku selalu berkarya. Liat-liat itu semua, aku kan suka diskusi, aku kepikiran buat podcast-podcatan. Kepikiran itu aku langsung cari tahu tentang podcast, aku download aplikasi buat podcast, buat ngedit audionya. Ya ngga tahu si bermanfaat apa ngga, ah yang penting aku pingin aku lakukan, udah sesimpel itu kok. Udah kedownload aku pelajari apknya. Aku pernah ngerekam diskusiku sama temenku, aku coba deh mengimportnya ke apk, wah lama banget uploadnya lur. Maklum banget si aku, wong nyatanya HPku jelek, ya udah deh aku keluarin apknya, aku mengeplay musik, mapan tidurlah aku...

Buka Empat

Kali ini berbeda aku hidup siangnya agak lama, sebab ada yang harus diurus siang hari. Sahurku agak cemas lagi "aku mau makan sahur apa nih" pikirku, pas sekali sampai jam 4 aku masih belum makan sahur, cuma baru ngopi. Pokoknya kopi, kopi, dan kopi, aku tuh ngga bisa lepas dari kopi lur. Tapi aku ngga khuatir sebab aku masih punya allah yang mengatur seluruhnya dalam hidupku, cemas-cemas dikit wajarlah manusiawi. Tapi alkhamdulillah aku ke depan kamar mau ambil air minum, temenku ngasih aku makanan sahur, alkhamdulillah aku sahur juga.

Buka Tiga

Seperti biasa, seperti kemarin-kemarin. Hari ini aku makan sahur dari ndalem kyai. Temenku bawa makanan dari ndalem pakai nampan, pokoknya ngga butuh piring sama sendok lah. Itu tu cuma buat orang-orang lemah. Aduh.. Ngga ada yang menariklah dari hidupku, ngapain aku nulis ginian. Selesai makan, main HP liat-liat, nulis sedikit-sedikit. Engga tahu lagi kenapa, kok lagi seneng bener nulis tapi ya ngga papa paling tidak ada kesibukan, kalau ditanyakan gampang jawabnya, "lagi sibuk apa?" jawabanya gampang "lagi sibuk nulis" hahahha dengan jawaban seperti itu paling tidak aku bisa jawab, bahkan bisa jadi mereka salut, ngga salut gimana coba pekerjaan kok nulis, dipikir mereka menulis sesuatu yang penting padahal ngga. Penting darimananya wong tulisan kaya gini hahaha. Lagi-lagi aku tidur setelah sholat shubuh sampai jam 3 sore. Oh iya lupa malamnya aku nyuci baju, tapi bajunya udah di rendem 3 hari. Tahu ngga efeknya? Kalau ngga pernah rendem baju 3 hari nih aku ka...

Buka Dua

Rasanya puasa cepet banget, alkhamdulillah puasanya ngga kerasa. Hari ini sudah masuk hari ke dua rasanya luar biasa, dalam kondisi seperti ini masih bisa berpuasa. Tidak ada yang spesial ataupun menarik dipuasa kedua ini, semua berjalan begitu cepat. Aku orangnya tuh tidak bisa tidur malam, impian terbesar aku hanyalah bisa menikmati tidur malam, dan keesokan harinya segar bugar beraktifitas. Jadi malam itu aku tidak tidur sampai jam 6 lebih secuil. Jam setengah tiga aku kepikiran dua wanita yang sangat istimewa yaitu ibuku dan juga kekasihku. Seperti biasa walau aku kepikiran mereka selalu, tapi aku sangat jarang langsung mengabari. Rasanya nikmat dan indah sekali rasa rindu ini, sampai-sampai aku tak mau kehilangan. Jam-jam itu aku juga memasak air  buat nyeduh kopi. Akutuh sahur sama buka yang paling penting kopi sama rokok. Kopinya udah jadi aku ngrokok sambil ngopi sambil main HP, "wah aku mau sahur apa nih, ngga punya uang, ngga ada simpenan makanan" batinku. Tapi...

Macam-macam Derajat Manusia Disekeliling Kita

TACHLIYAT WAT TARGHIB FIT TARBIYATI WAT TAHZDIB. Manusia adalah mahluk tuhan yang sangat bervariasi, penuh dengan perbedaan. Ketahuilah bahwa sesungguhnya manusia di bagi menjadi 3 macam dalam hal derajatnya. Derajat disini bukanlah kedudukan kursi/pekerjaan. Inilah 3 macam manusia menurut derajatnya : Pertama. Orang yang lebih luhur derajatnya dari kita dalam hal 'akal, keutamaan, dan perilaku. Mereka adalah orang tua, guru, dan orang yang menguasai perkara kita (pemerintah). Kedua. Orang yang setara dengan kita, mereka adalah saudara kita dan teman kita. Ketiga. Orang yang lebih rendah pengetahuanya, derajatnya daripada kita. Salam Keberuntungan Nurul Iman, April 2020

Penyakit Sudah Tidak Ada Lagi, Hanya Ada Korona

Tahun ini, bulan ini sangat posesifnya korona kepada Manusia menyebabkan apa yang terjadi pasti dikaitkan dengan korona. Sekarang sudah tidak ada lagi penyakit demam, batuk, pilek atau lainya, semuanya jadi korona. Orang yang batuk dikira korona, orang yang demam dikira korona. Saking parahnya, di desa tempat saya domisili ada orang yang meninggal, lucunya yang menyiarkan menambahi "tapi bukan mati karena korona" di ahir pengumumanya. Sangat wajar hal itu terjadi karena kekhawatiran masyarakat, mereka khawatir tapi juga bingung. Banyak juga karena kekhawatiran dan kebingungan masyarakat, mereka ada yang menolak jenazah dimakamkan di desa mereka. Kenapa hal ini terjadi? Salah siapa? Tidak ada yang salah, kita semua sedang berusaha bersama-sama kalaupun ada kekurangan memang tidak ada yang sempurna di dunia ini. Beberapa sebab insiden-insiden itu terjadi karena kurangnya edukasi untuk masyarakat tentang virus korona ini, selain itu kurangnya alat bantu pengamanan juga memp...

Buka Satu

Jam 2 aku selesai tongkrongan sama temen asrama. Lalu pergi ke kamar masak nasi (liwet) buat makan sahur, jadi masaknya tu di dalam kamar, masak nasi, air, mi, atau apapun lah itu. Nasinya matang teflon bekas masak nasi tak cuci terus buat masak air buat bikin kopi. Jadi deh kopinya nunggu jam setengah 4, ngopi dulu sambil ngrokok ditemani 1 temanku. Jam setengah 4 tiba, aku sama temanku makan sahur pake tempe oreg (kering tempe) kayanya itu tempe oreg udah lama banget sebulanan mungkin, tapi tak apalah yang penting ngga ngracunin. Selesai makan ngopi lagi sambil ngrokok nunggu adzan subuh, disaat itu aku kepikiran ceweweku lagi ngapain dia ya. Tapi biarin ah biar kangennya ngga sembuh-sembuh. Tiba juga adzan subuh, tidak berlama-lama aku wudhu lalu sholat subuh walau masjid belum mulai jama'ahnya. Selesai sholat langsung kultum (kulum tumpukan) buat dijadikan bantal, hibernasilah aku. Kira-kira aku hibernasi selama 8 jam, jam 1 aku dibangunin gus aku (gus itu anak kyaiku). ...

Pentingnya Relasi Dalam Konteks Islam

TACHLIYAT WAT TARGHIB FIT TARBIYATI WAT TAHZDIB. Perjalanan insan bersama orang yang lebih tinggi darinya, orang yang setara denganya, orang yang lebih rendah darinya. Mereka semua pasti saling membutuhkan satu sama lain. Tidak ada yang bisa hidup sendirian. Ketahuilah bahwa seorang insan sanga membutuhka perkumpulan, oraganisasi, komunitas, relasi, ataupun sesama insan, karena sesungguhnya kehidupanya tidak mungkin bisa berjalan apabila sendirian, untuk mencapai keinginanya dan juga kebutuhan hidupnya seperti makanannya, rumahnya, pakaianya, dan lainnya yang besifat jasmani, serta kebutuhan sekunder, dan tersier. Renungkanlah roti yang kamu makan dan pakaian yang kamu pakai, kamu mendapatkanya tidak mungkin dengan sendirinya sampai kepadamu, kecuali sebelum kamu mendapatkanya ada banyak orang yang berperan. Karena sesungguhnya kamu tidak akan  memegang roti kecuali ada yang menanam gandumnya, memanen, menggiles, mengayak, mencampur, mengadoni, lalu baru dibuat roti. S...

Menebar Kebaikan Dengan Mempercepat Membayar Zakat di Bulan Romadlon

Ujian tidak hanya ada di sekolah, ujian juga ada dikehidupan. Ujian menjadi alat ukur kemampuan, jikalau dapat menyelesaikan ujian dengan baik maka lulus atau mampu ke jenjang selanjutnya. Ujian dalam kehidupan terutama untuk manusia adalah hal yang sangat penting untuk menyadarkan diri mereka jikalau lupa, meningkatkan derajat jika dapat melalui ujian dengan baik, memberikan pelajaran untuk bekal hidup seterusnya. Saat ini kita manusia sedang di uji oleh mahluk lain berupa virus covid-19, siapakah yang akan lulus dalam ujian ini? Apakah ini ujian terahir kita? Kenapa harus kita tidak saya, kamu, atau dia saja? Itulah yang menarik, seringkali ujian manusia berbeda-beda antara aku, kamu, dia. Tapi covid-19 menjadi ujian kita semua manusia, maka yang akan menghadapi, melewati menyelesaikan kita bersama. Saat inilah waktu kita bersama-sama berjuang. Disaat kita bersama-sama berjuang melawan covid-19, disitulah kebaikan bersama dari kita untuk kita. covid-19 bukanlah sebuah kr...

Woy Su!!!! Kenapa Engga Di Rumah

Sangat banyak yang merasa males berada di rumah mereka merasa hidupnya tak produktif, mereka merasa hidupnya biasa saja, mereka merasa bosan bingung mau ngapain. Mereka lupa padahal dulu meraka itu tak ada, mereka lupa bahwa mereka itu pernah di dalam kandungan ibu selama 9 bulan lebih, mereka lupa bahwa mereka pernah hidup beberapa tahun menjadi bayi yang tak melakukan apa-apa hanya bisa menangis, tidur, dan menyusu. Saya sendiri merupakan anak yang merasa jenuh dengan kehidupan ini karena sangat tak bervariasi, hingga kadang saya membuat ulah agar menciptakan variasi dalam hidup saya, saya seringkali tak sadar hal-hal yang sudah saya lakukan, hingga saya merasa hidup saya hanya melakukan hal yang saya lakukan sekarang. Saya sering ingin libur saat saya sedang sekolah, saya sering ingin sekolah saat saya sedang libur, saya ingin dirumah saat saya sibuk kerja, saya ingin kerja saat saya tak bekerja. So, bagaimana ini semua, kenapa engga dirumah aja padahal sikap saya menanggapi si...

Korona? Kamu Tahu Dimana Para DPR?

Hampir semua orang bersuara tentang korona, terutama mereka yang berpengaruh dan suaranya didengar oleh banyak orang, dari kalangan pemerintah, selebritis, aktor, influenser, bahkan masyarakat umum. Tapi aku tak melihat ataupun mendengar apapun dari DPR RI, kalau DPRD atau DPR provinsi sekilas aku membaca beritanya, alkhamdulillah lah mereka paling tidak, tidak memakan gajih buta. Sekali lagi dimanakah kalian DPR RI? Aku rindu suara kalian, aku rindu perkataan kalian yang menenangkan, aku rindu dengan janji-janji kalian yang memberikan harapan padaku. Korona, apa kamu lihat mereka saat kamu keliling dunia? Kabari aku, kalau kamu melihat, agar aku tak kehilangan mereka. Saat aku mendengar berita kalian, beritanya sangat mengecewakan, diberita itu ditulis katanya kalian ingin tes rapid dulu, kalian tahukan bahwa masih sangat banyak masyarakat yang belum terlayani. Aku kira kalian adalah pahlawan saat ini untuk masyarakat, kalian mau berjuang dan berkorban demi masyarakat yang konon ...

Virus Korona? Seharusnya meningkatkan nilai kemanusiaan malah melemahkan!

Wabah virus korona di Indonesia bahkan di dunia sudah sangat menghawatirkan, hingga mempengaruhi sebagian besar aspek kehidupan, terutama kemanusiaan, bahkan bersetubuhpun ada negara atau daerah di indonesia yang di larang. Membicarakan kemanusiaan terutama di Indonesia dari zaman dahulu sudah menjadi hal biasa, semua kalangan pasti membicarakan hal tersebut, dari ibu-ibu yang sedang membeli sayuran, bapak-bapak yang nongkrong di warkop, para petani yang ngopi-ngopi setelah musim panen, para pengangguran yang sedang berkumpul main gaple, kaula muda yang kopdar sambil ngeflai. Apalagi saat ini kemanusiaan sangat diuji, kalu saya melihat budaya indonesia itu budayanya sangatlah baik, sangat sopan, mengedepankan rasa tak enak diri, sebagai contoh apabila tetangga atau orang yang kita kenal melakukan sesuatu atau hal yang tak biasa pasti kita akan menyambanginya, dari kita ada yang sakit pasti kita menjenguk, dari kita ada yang baru bnagun rumah pasti kita menyambangi. Tapi apa yang akan ...