Skip to main content

Buka Lima


Ahirnya udah hari kelima, kesan sekali puasa dihari kelima ini, sahurnya aku ngga makan cuma ngopi, ngrokok, sama minum air yang banyak, ketulung waktu buka kemarin aku makan, biasanykan ngga.

Saat sahur aku liat-liat tulisanku lagi, liat-liat blogku, liat-liat akunku di kompasiana, dan juga aku liat-liat youtubeku yang ngga naik-naik subcribernya, ngga papalah walau ngga jadi apa-apa akun-akunku yang penting aku selalu berkarya.

Liat-liat itu semua, aku kan suka diskusi, aku kepikiran buat podcast-podcatan. Kepikiran itu aku langsung cari tahu tentang podcast, aku download aplikasi buat podcast, buat ngedit audionya. Ya ngga tahu si bermanfaat apa ngga, ah yang penting aku pingin aku lakukan, udah sesimpel itu kok.

Udah kedownload aku pelajari apknya. Aku pernah ngerekam diskusiku sama temenku, aku coba deh mengimportnya ke apk, wah lama banget uploadnya lur. Maklum banget si aku, wong nyatanya HPku jelek, ya udah deh aku keluarin apknya, aku mengeplay musik, mapan tidurlah aku.

Aku tidur dari jam 8 pagi, sebelumnya udah olahraga. Olahraga bolak-balik kekamar mandi, males banget kalo pagi mau tidur pasti bolak-balik kekamar mandi (beser). Aku bangun jam 1 sholat dhuhur, uuuh laparnya kerasa lur wong ngga sahur. Daripada aku makruh mending aku tidur lagi, akhirnya aku tidur lagi sampe jam tengah 6.

Kagetnya minta ampun, cepet-cepet aku ke kamar mandi wudhu, langsung sholat ashar, selesai sholat ashar beberapa waktu kemudian maghrib lur, padahal aku belum beranjak dari tempat sholat asharku. Ya udah aku langsung sholat maghrib.

Selesai sholat maghrib aku ambil uang sama gelas, nyuruh temenku membelikan kopi, sambil kopinya sampai, aku membagikan kurma yang sudah sampai butir terahir, tepat habis pas sampai butir terahir. Aku membatalkan buka dengan kurma, dirasa-rasa kenyang juga ya buka sama kurma walau cuma 2 butir, baru minum air galon sekenyang-kenyangnya lah.

Sampai juga kopinya, ngopi duduk santai sambil mengecus rokok, dan juga nulis ini nih, ini yang kalian baca. Sambil nunggu sholat isya menjemput.

Salam Keberuntungan.
18.36; Nurul Iman, 28 April 2020

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Rindu Buta Kepada Muhammad

Terlalu banyak baris kata untuk menjelaskan rinduku kepada engkau  Ya Muhammad  Rinduku tertumpuk hingga berdebu Aku berharap angin menghantarkan debu menyampaikan sedikit rinduku Awalnya remuk hancur hati ini karena ledakan rindu itu Berkat para pewaris engkau Aku tahu sebagian caranya Cara mengundang angin agar menghantarkan debu-debu rinduku Dengan membaca risalah mu tareh mu Serta pujian-pujian kepadamu Seperti yang diajarkan para guruku  Itu semua terbungkus dalam maulid Nabi Muhammad  Hanya dengan itu ya Muhammad Aku menyampaikan rinduku Aku memohon agar engkau tak menyia-nyiakan rinduku Seorang perindu yang hidupnya sia-sia Tanpa engkau ya Muhammad 

Taisir I : Taqwa, Penyebab Taqwa dan Dampak Bertaqwa

Takwa adalah melakukan yang di perintah Allah 'azza wa jalla dan menghindari larangan Allah 'azza wa jalla di saar sepi atau ramai.Takwa juga tidak akan sempurna kecuali meninggalkan setiap sesuatu yang hina serta dapat sempurna dengan menghiasinya dengan setiap sesuatu yang utama. Takwa merupakan jalan yang ditempuh oleh orang yang mendapatkan petunjuk dan merupakan ikatan kuat bagi orang yang berpegangan, dengan ikatan tersebut maka orang tersebut akan selamat. Ada banyak sebab menjadikan orang bertaqwa, sebagian dari banyaknya sebab yaitu : Orang tersebut sadar bahwa dia hanyalah hamba Allah yang hina sedangkan Allah dzat yang maha kuat dan dzat yang maha mulia. Tidak pantas bagi orang yang hanya menjadi hamba yang hina durhaka/maksiyat kepada pangerannya yaitu Allah dzat yang maha mulia karena hakikatnya diri dan jiwa seorang hamba dikuasai oleh pangerannya. Orang tersebut ingat betapa baiknya Allah SWT kepadanya disetiap hidup dan perilakunya, dengan seperti itu maka orang...

Dulu Diremehkan, Sekarang Dipentingkan #putusrantaikorona

#putusrantaikorona Sifat sombong dan meremehkannya saya sangat terasa dampaknya sekarang, sangat nyata perwujudanya. Saat dinasihati orang tua, saat diajari oleh para tokoh dll, saya sangat meremehkan itu semua, dengan berbagai alasan seperti "aah itukan zaman dulu sekarang udah beda", "itu cuma mitos", dll. Okeh kalo memang saya itu ngeyelan, sok tau, dan sayapun menyesal tak apa, serta menyalahkan diri saya untuk sesaat tak apa, tapi saya lalu mengambil hikmahnya jangan sampai saya mengulangi nanti nanti nanti dan nantinya, sekarang waktunya menerima konsekuensinya lalu memperbaikinya dengan hal yang bisa saya lakukan, yaitu memutus rantai penularanya dalam hal ini ialah virus korona. Beberapa hal yang dulu saya remehkan sekarang menjadi sangat penting seperti mencuci tangan, menggunakan barang yang bersih, menjaga makanan yang dimakan, menjaga udara dari polusi dan masih banyak lainya Didalam agama saya agama islam juga mengajarkan hal-hal yang jika dilihat ...