Skip to main content

Woy Su!!!! Kenapa Engga Di Rumah



Sangat banyak yang merasa males berada di rumah mereka merasa hidupnya tak produktif, mereka merasa hidupnya biasa saja, mereka merasa bosan bingung mau ngapain. Mereka lupa padahal dulu meraka itu tak ada, mereka lupa bahwa mereka itu pernah di dalam kandungan ibu selama 9 bulan lebih, mereka lupa bahwa mereka pernah hidup beberapa tahun menjadi bayi yang tak melakukan apa-apa hanya bisa menangis, tidur, dan menyusu.

Saya sendiri merupakan anak yang merasa jenuh dengan kehidupan ini karena sangat tak bervariasi, hingga kadang saya membuat ulah agar menciptakan variasi dalam hidup saya, saya seringkali tak sadar hal-hal yang sudah saya lakukan, hingga saya merasa hidup saya hanya melakukan hal yang saya lakukan sekarang. Saya sering ingin libur saat saya sedang sekolah, saya sering ingin sekolah saat saya sedang libur, saya ingin dirumah saat saya sibuk kerja, saya ingin kerja saat saya tak bekerja.

So, bagaimana ini semua, kenapa engga dirumah aja padahal sikap saya menanggapi situasi ini sangat berdampak bagi diri saya sendiri ataupun orang lain. Adanya virus korona yang menjadi pandemi berarti virus tesebut sudah menjangkit seluruh dunia/sebagian dunia, serta sangat mempengaruhi kesejahteraan dunia. Dunia saja dapat merasakan pengaruhnya apalagi negara.

Kebersamaan saya dan kalian semua membantu semua yang terjadi ini, terutama dengan tinggal di rumah aja tidak keluar apabila tak terlalu penting untuk keluar, sangat membantu kesetabilan dunia serta negara. Virus korona ini sebuah virus yang snagat cepat penularanya dampak untuk yang terkenapun sangat berbahaya bisa sampai meninggal.

Tugas utama saya dan kalian semua menurut saya memutus rantai penularan virus tersebut dengan cara di rumah aja. Biarkan ekonomi dan lainya seperti keamanan dan lain-lain di urus oleh pemerintah serta yang berwenang.

Mari kita jangan mengeluh karena merasa bosan di rumah, sebab kita sedang berjuang untuk diri kita sendiri, orang lain, negara, bahkan dunia. Manfaatkan adanya keberadaan kita di rumah dengan sebaik mungkin, apapun yang dulu kita bayangkan akan enak jika di rumah mari kita realisasikan.

Harapan yang dulu ada, dengan ungkapan “duh seandainya saya di rumah pasti……….” Mari kita nikmati, “kalau saja saya di rumah saya akan………..” mari kita lakukan apapun yang dulu kita ingin lakukan di rumah. Stop mengeluh, dimanapun kita berada, jika kita mau, jika kita pintar dan kreatif kita akan produktif dan tidak bosan.

DIRUMAHAJA
PUTUSKANTAIVIRUSKORONA


Comments

Popular posts from this blog

Puisi Rindu Buta Kepada Muhammad

Terlalu banyak baris kata untuk menjelaskan rinduku kepada engkau  Ya Muhammad  Rinduku tertumpuk hingga berdebu Aku berharap angin menghantarkan debu menyampaikan sedikit rinduku Awalnya remuk hancur hati ini karena ledakan rindu itu Berkat para pewaris engkau Aku tahu sebagian caranya Cara mengundang angin agar menghantarkan debu-debu rinduku Dengan membaca risalah mu tareh mu Serta pujian-pujian kepadamu Seperti yang diajarkan para guruku  Itu semua terbungkus dalam maulid Nabi Muhammad  Hanya dengan itu ya Muhammad Aku menyampaikan rinduku Aku memohon agar engkau tak menyia-nyiakan rinduku Seorang perindu yang hidupnya sia-sia Tanpa engkau ya Muhammad 

Taisir I : Taqwa, Penyebab Taqwa dan Dampak Bertaqwa

Takwa adalah melakukan yang di perintah Allah 'azza wa jalla dan menghindari larangan Allah 'azza wa jalla di saar sepi atau ramai.Takwa juga tidak akan sempurna kecuali meninggalkan setiap sesuatu yang hina serta dapat sempurna dengan menghiasinya dengan setiap sesuatu yang utama. Takwa merupakan jalan yang ditempuh oleh orang yang mendapatkan petunjuk dan merupakan ikatan kuat bagi orang yang berpegangan, dengan ikatan tersebut maka orang tersebut akan selamat. Ada banyak sebab menjadikan orang bertaqwa, sebagian dari banyaknya sebab yaitu : Orang tersebut sadar bahwa dia hanyalah hamba Allah yang hina sedangkan Allah dzat yang maha kuat dan dzat yang maha mulia. Tidak pantas bagi orang yang hanya menjadi hamba yang hina durhaka/maksiyat kepada pangerannya yaitu Allah dzat yang maha mulia karena hakikatnya diri dan jiwa seorang hamba dikuasai oleh pangerannya. Orang tersebut ingat betapa baiknya Allah SWT kepadanya disetiap hidup dan perilakunya, dengan seperti itu maka orang...

Dulu Diremehkan, Sekarang Dipentingkan #putusrantaikorona

#putusrantaikorona Sifat sombong dan meremehkannya saya sangat terasa dampaknya sekarang, sangat nyata perwujudanya. Saat dinasihati orang tua, saat diajari oleh para tokoh dll, saya sangat meremehkan itu semua, dengan berbagai alasan seperti "aah itukan zaman dulu sekarang udah beda", "itu cuma mitos", dll. Okeh kalo memang saya itu ngeyelan, sok tau, dan sayapun menyesal tak apa, serta menyalahkan diri saya untuk sesaat tak apa, tapi saya lalu mengambil hikmahnya jangan sampai saya mengulangi nanti nanti nanti dan nantinya, sekarang waktunya menerima konsekuensinya lalu memperbaikinya dengan hal yang bisa saya lakukan, yaitu memutus rantai penularanya dalam hal ini ialah virus korona. Beberapa hal yang dulu saya remehkan sekarang menjadi sangat penting seperti mencuci tangan, menggunakan barang yang bersih, menjaga makanan yang dimakan, menjaga udara dari polusi dan masih banyak lainya Didalam agama saya agama islam juga mengajarkan hal-hal yang jika dilihat ...