Skip to main content

Menebar Kebaikan Dengan Mempercepat Membayar Zakat di Bulan Romadlon


Ujian tidak hanya ada di sekolah, ujian juga ada dikehidupan. Ujian menjadi alat ukur kemampuan, jikalau dapat menyelesaikan ujian dengan baik maka lulus atau mampu ke jenjang selanjutnya. Ujian dalam kehidupan terutama untuk manusia adalah hal yang sangat penting untuk menyadarkan diri mereka jikalau lupa, meningkatkan derajat jika dapat melalui ujian dengan baik, memberikan pelajaran untuk bekal hidup seterusnya.

Saat ini kita manusia sedang di uji oleh mahluk lain berupa virus covid-19, siapakah yang akan lulus dalam ujian ini? Apakah ini ujian terahir kita? Kenapa harus kita tidak saya, kamu, atau dia saja?

Itulah yang menarik, seringkali ujian manusia berbeda-beda antara aku, kamu, dia. Tapi covid-19 menjadi ujian kita semua manusia, maka yang akan menghadapi, melewati menyelesaikan kita bersama. Saat inilah waktu kita bersama-sama berjuang.

Disaat kita bersama-sama berjuang melawan covid-19, disitulah kebaikan bersama dari kita untuk kita. covid-19 bukanlah sebuah krisis material tapi lebih dari itu yaitu krisis hidup yang berdampakl keseluruh lini kehidupan. Disaat manusia berusaha untuk hidup, dengan hadirnya covid-19 hidup ini terancam mati. Jika sudah mati maka tak penting dunia ini, maka sayapun tak akan menuliskan apapun disini. Akan tetapi saya masih ingin terus menulis. Maka dari itu marilah kita saling menopang bersama, saling menebar kebaikan entah berupa apapun agar kita semua masih tetap hidup untuk mencapai apa yang kita inginkan, untuk mensejahterakan dunia ini, untuk membuat bekal yang akan dibawa mati.

Menebar kebaikan sangat dibutuhkan saat ini. Diharapkan banyak manusia yang menebar, semoga benih-benih yang tersebar juga bisa menebar benih-benih lagi sampai seterusnya. Sekarang sudah sangat mudah untuk berbuat baik, dunia ini sudah memfasilitasinya berupa teknologi, zaman sekarang jika ingin memberi sangat mudah, banyak yang memfasilitasi kebaikan kita, seperti dompet dhuafa. Apalagi dengan adanya covid-19 banyak yang menggalang dana memanfaatkan teknologi. 

Nenek moyang kita sudah mengajarkan hal demikian dari dahulu kala. Semua agama juga mengajarkanya. Seperti halnya agama Islam, Islam mengajarkan untuk bershodaqoh, zakat, berbuat baik, berperilaku baik dan masih banyak lainnya. Zakat sendiri bagi umat Islam akan segera mereka tunaikan sebab saat ini sudah masuk bulan Romadlon, umat Islam diwajibkan membayar zakat fitrah bagi mereka yang mampu.

Menyinggung zakat fitrah saya teringat dengan guru saya, saat saya sedang berbincang dengan beliau beberapa hari sebelum Romadlon membicarakan kondisi saat ini. Beliau bersyukur dengan adanya covid-19 orang-orang bersedia menyisihkan rizkinya, serta banyak yang melakukan pengumpulan donasi untuk mereka yang sangat membutuhkan, padahal sebelum ini sedikit orang-orang yang seperti itu, dan sedikit pula yang memfasilitasinya, sebelumnya beliau katanya hanya tahu dompet dhuafa tapi sekarang beliau sampai tidak hafal satu persatu namanya. Kira-kira itu yang guru saya katakan.

Menariknya lagi guru saya ingin menginisiasi zakat fitrah dipercepat, kalau bisa tanggal 1 Romadlon, menurut beliau dengan mempercepat zakat fitrah bisa meringankan masyarakat sekitar yang sangat membutuhkan dengan adanya stok dapur aman menjadikan ibadah puasa mereka khusu', beliau menambahkan, bahwa memang fungsi dari zakat fitrah sendiri salah satunya dapat mencukupi kebutuhan bagi mereka yang mendapatkan, kenapa tidak secepatnya saja, sekarang masyarakat sedang sangat membutuhkannya, sangat tepat mempercepatnya. 

Saat saya mendengar rencana guru saya tersebut, saya kagum dan sangat mendukung. Kalau saja saya orang yang suaranya di dengarkan, akan saya teriakan untuk semua yang mendengarkan agar menunaikan membayar zakat fitrah ataupun zaat mal di awal romadlon.

Covid-19 sudah mengajari kepada kita pentingnya berbagi, saling menolong, hidup bersama-sama tanpa bermungsuhan selain itu covid-19 juga mengajari pentingnya pola hidup sehat. Semoga setelah covid-19 hilang/pergi/selesai kita semua bisa mempertahankan perilaku-perilaku tersebut.

Salam Keberuntungan

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Rindu Buta Kepada Muhammad

Terlalu banyak baris kata untuk menjelaskan rinduku kepada engkau  Ya Muhammad  Rinduku tertumpuk hingga berdebu Aku berharap angin menghantarkan debu menyampaikan sedikit rinduku Awalnya remuk hancur hati ini karena ledakan rindu itu Berkat para pewaris engkau Aku tahu sebagian caranya Cara mengundang angin agar menghantarkan debu-debu rinduku Dengan membaca risalah mu tareh mu Serta pujian-pujian kepadamu Seperti yang diajarkan para guruku  Itu semua terbungkus dalam maulid Nabi Muhammad  Hanya dengan itu ya Muhammad Aku menyampaikan rinduku Aku memohon agar engkau tak menyia-nyiakan rinduku Seorang perindu yang hidupnya sia-sia Tanpa engkau ya Muhammad 

Taisir I : Taqwa, Penyebab Taqwa dan Dampak Bertaqwa

Takwa adalah melakukan yang di perintah Allah 'azza wa jalla dan menghindari larangan Allah 'azza wa jalla di saar sepi atau ramai.Takwa juga tidak akan sempurna kecuali meninggalkan setiap sesuatu yang hina serta dapat sempurna dengan menghiasinya dengan setiap sesuatu yang utama. Takwa merupakan jalan yang ditempuh oleh orang yang mendapatkan petunjuk dan merupakan ikatan kuat bagi orang yang berpegangan, dengan ikatan tersebut maka orang tersebut akan selamat. Ada banyak sebab menjadikan orang bertaqwa, sebagian dari banyaknya sebab yaitu : Orang tersebut sadar bahwa dia hanyalah hamba Allah yang hina sedangkan Allah dzat yang maha kuat dan dzat yang maha mulia. Tidak pantas bagi orang yang hanya menjadi hamba yang hina durhaka/maksiyat kepada pangerannya yaitu Allah dzat yang maha mulia karena hakikatnya diri dan jiwa seorang hamba dikuasai oleh pangerannya. Orang tersebut ingat betapa baiknya Allah SWT kepadanya disetiap hidup dan perilakunya, dengan seperti itu maka orang...

Dulu Diremehkan, Sekarang Dipentingkan #putusrantaikorona

#putusrantaikorona Sifat sombong dan meremehkannya saya sangat terasa dampaknya sekarang, sangat nyata perwujudanya. Saat dinasihati orang tua, saat diajari oleh para tokoh dll, saya sangat meremehkan itu semua, dengan berbagai alasan seperti "aah itukan zaman dulu sekarang udah beda", "itu cuma mitos", dll. Okeh kalo memang saya itu ngeyelan, sok tau, dan sayapun menyesal tak apa, serta menyalahkan diri saya untuk sesaat tak apa, tapi saya lalu mengambil hikmahnya jangan sampai saya mengulangi nanti nanti nanti dan nantinya, sekarang waktunya menerima konsekuensinya lalu memperbaikinya dengan hal yang bisa saya lakukan, yaitu memutus rantai penularanya dalam hal ini ialah virus korona. Beberapa hal yang dulu saya remehkan sekarang menjadi sangat penting seperti mencuci tangan, menggunakan barang yang bersih, menjaga makanan yang dimakan, menjaga udara dari polusi dan masih banyak lainya Didalam agama saya agama islam juga mengajarkan hal-hal yang jika dilihat ...