Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kemanusiaan

Monopoli Lembaga Pendidikan sesuai Nilai Pasar

Sebenarnya kebanyakan siswa merasakan dan mengetahui apa yang sudah dilakukan lembaga pendidikan untuk mereka. Berbicara lembaga, sama halnya dengan lembaga-lembaga lain, mereka fokus dan bekerja untuk kemanfaatan dan tujuan mereka. Seperti dalam sebuah esai dari ivan illich, melalui esai tersebut ivan ingin menunjukan perlembagaan nilai-nilai mengarah pada polusi fisik, polarisasi sosial dan impotensi psikologis. Untuk menunjukannya ivan memilih sekolah sebagai paradigma dan analisisnya. Di sekolah siswa akan mendapatkan hal-hal yang baru entah itu masalah negara ataupun agama, dan siswa juga dapat mengetahui fakta realitas sosial masalah biaya entah itu orang kaya atau miskin mereka memiliki ketergantungan yang sama. Di pinggiran Kota Amerika Serikat pengeluaran tahunan siswa sama dan kadang-kadang bisa menguntungkan rakyat miskin. Orang kaya atau miskin semua tergantung pada lembaganya seperti lembaga sekolah dll untuk membimbing mereka dan menciptakan mereka menjadi orang-oran...

Menebar Kebaikan Dengan Mempercepat Membayar Zakat di Bulan Romadlon

Ujian tidak hanya ada di sekolah, ujian juga ada dikehidupan. Ujian menjadi alat ukur kemampuan, jikalau dapat menyelesaikan ujian dengan baik maka lulus atau mampu ke jenjang selanjutnya. Ujian dalam kehidupan terutama untuk manusia adalah hal yang sangat penting untuk menyadarkan diri mereka jikalau lupa, meningkatkan derajat jika dapat melalui ujian dengan baik, memberikan pelajaran untuk bekal hidup seterusnya. Saat ini kita manusia sedang di uji oleh mahluk lain berupa virus covid-19, siapakah yang akan lulus dalam ujian ini? Apakah ini ujian terahir kita? Kenapa harus kita tidak saya, kamu, atau dia saja? Itulah yang menarik, seringkali ujian manusia berbeda-beda antara aku, kamu, dia. Tapi covid-19 menjadi ujian kita semua manusia, maka yang akan menghadapi, melewati menyelesaikan kita bersama. Saat inilah waktu kita bersama-sama berjuang. Disaat kita bersama-sama berjuang melawan covid-19, disitulah kebaikan bersama dari kita untuk kita. covid-19 bukanlah sebuah kr...

Virus Korona? Seharusnya meningkatkan nilai kemanusiaan malah melemahkan!

Wabah virus korona di Indonesia bahkan di dunia sudah sangat menghawatirkan, hingga mempengaruhi sebagian besar aspek kehidupan, terutama kemanusiaan, bahkan bersetubuhpun ada negara atau daerah di indonesia yang di larang. Membicarakan kemanusiaan terutama di Indonesia dari zaman dahulu sudah menjadi hal biasa, semua kalangan pasti membicarakan hal tersebut, dari ibu-ibu yang sedang membeli sayuran, bapak-bapak yang nongkrong di warkop, para petani yang ngopi-ngopi setelah musim panen, para pengangguran yang sedang berkumpul main gaple, kaula muda yang kopdar sambil ngeflai. Apalagi saat ini kemanusiaan sangat diuji, kalu saya melihat budaya indonesia itu budayanya sangatlah baik, sangat sopan, mengedepankan rasa tak enak diri, sebagai contoh apabila tetangga atau orang yang kita kenal melakukan sesuatu atau hal yang tak biasa pasti kita akan menyambanginya, dari kita ada yang sakit pasti kita menjenguk, dari kita ada yang baru bnagun rumah pasti kita menyambangi. Tapi apa yang akan ...

Hidup Korona Mati Kita

Saat ini sangat terasa keterkaitan kita dengan orang lain, diri kita dengan yang lain saling menjaga saling membantu dan saling mendukung. STOP EGOIS, STOP SOMBONG, STOP INDIVIDUALIS. Dengan kita menghargai diri sendiri, menjaga diri sendiri itu sudah menjadi wujud yang sama kita lakukan kepada orang lain. Sebenarnya kita sudah diajarkan berkehidupan yang baik terutama di agama Islam, bukan menjadi kebetulan saya beragama islam maka saya berpendapat sesuai pengetahuan saya kalau saya mengetahui dari agama lain atau darimanapun pasti akan saya sampaikan. Kembali ke ajaran, kita seringkali acuh akan itu. Mau bagaimana lagi perilaku kita sudah berlalu, sekarang kita hanya bisa menjaga agar tidak terkena virus korona bagi yang belum terkena, kenapa belum karena virus korona tak memandang apupun suatu saat siapapun bisa terkena entah itu kakek, cucu, miskin, kaya, pria, wanita dll. Apabila kita menjaga diri kita itu berarti kita juga menjaga orang lain, sebab virus korona sangat cepat...