Skip to main content

Semua Akan Jadi Ahli Pada Waktunya


Melihat kondisi saat ini aku teringat kemarin fenomena terdekat yaitu PEMILU dan PILPRES, fenomena dimana semua orang di Indonesia merasa menjadi ahli politik semua.

Dari semua kalangan merasa merekalah yang paling benar, yang paling tahu. Seolah selain dari mereka itu salah, padahal apa yang mereka bahas bukanlah bidangnya, tidak ada yang menjamin perkataan mereka, tidak ada data valid yang menjadi landasan mereka. Intinya mereka merasa mereka ahli politik.


Aku mencermati keadaan saat ini hampir sama seperti kemarin dalam hal tersebut, kalau kalian mencemati juga, insya allah kalian setuju dengan aku. Entah ini alaminya manusia atau memang dibuat-buat aku tidak paham, entah hanya di Indonesia saja atau di Negara lain juga sama aku juga tidak tahu.

Fenomena virus covid-19 atau biasa disebut corona, serapan dalam bahasa Indonesianya korona. Fenomena inilah yang sangat luar biasa dan mencuri perhatian semua orang tidak pandang siapa orangnya. Hal ini seperti yang sudah aku tulis di atas bahwa merubah orang-orang.

Sangat jelas terlihat oleh mata, dan terdengar oleh telinga. Mereka yang bukan ahli kesehatan berpendapat tentang korona sangat meyakinkan seolah mereka sangat paham, dan yang berbeda dengan mereka, mereka menganggap salah. Karena hebatnya pengaruh korona ini, yang mempengaruhi semua kehidupan mengakibatkan mereka yang benar-benar ahli terasa salah apa yang mereka lakukan.

Semua ahli dalam bidangnya sekarang multi ahli, merasa menjadi semua ahli/pakar. Pedagang sekarang menyalahkan pakar ekonomi yang mengatur ekonomi, ojol menyalahkan pakar transportasi yang mengatur transportasi, petani menyalahkan pakar agama yang mempunyai kapasitas dalam agama untuk mengatur kegiatan keagamaan.

Pokoknya saat ini, saat dimana para ahli yang berkapasitas dalam bidangnya dianggap salah. Lebih menakutkanya dia seorang ahli yang berkapasitas tapi menyalahkan keputusan ahli bidang lain, padahal itu bukan bidangnya.

Intinya janganlah menyalahkan akan tetapi mengkritik dan meninjau ulang atau mempelajari apa yang menjadi keputusan.

Salam Keberuntungan
23.41; Nurul Iman, 29 April 2020

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Rindu Buta Kepada Muhammad

Terlalu banyak baris kata untuk menjelaskan rinduku kepada engkau  Ya Muhammad  Rinduku tertumpuk hingga berdebu Aku berharap angin menghantarkan debu menyampaikan sedikit rinduku Awalnya remuk hancur hati ini karena ledakan rindu itu Berkat para pewaris engkau Aku tahu sebagian caranya Cara mengundang angin agar menghantarkan debu-debu rinduku Dengan membaca risalah mu tareh mu Serta pujian-pujian kepadamu Seperti yang diajarkan para guruku  Itu semua terbungkus dalam maulid Nabi Muhammad  Hanya dengan itu ya Muhammad Aku menyampaikan rinduku Aku memohon agar engkau tak menyia-nyiakan rinduku Seorang perindu yang hidupnya sia-sia Tanpa engkau ya Muhammad 

Taisir I : Taqwa, Penyebab Taqwa dan Dampak Bertaqwa

Takwa adalah melakukan yang di perintah Allah 'azza wa jalla dan menghindari larangan Allah 'azza wa jalla di saar sepi atau ramai.Takwa juga tidak akan sempurna kecuali meninggalkan setiap sesuatu yang hina serta dapat sempurna dengan menghiasinya dengan setiap sesuatu yang utama. Takwa merupakan jalan yang ditempuh oleh orang yang mendapatkan petunjuk dan merupakan ikatan kuat bagi orang yang berpegangan, dengan ikatan tersebut maka orang tersebut akan selamat. Ada banyak sebab menjadikan orang bertaqwa, sebagian dari banyaknya sebab yaitu : Orang tersebut sadar bahwa dia hanyalah hamba Allah yang hina sedangkan Allah dzat yang maha kuat dan dzat yang maha mulia. Tidak pantas bagi orang yang hanya menjadi hamba yang hina durhaka/maksiyat kepada pangerannya yaitu Allah dzat yang maha mulia karena hakikatnya diri dan jiwa seorang hamba dikuasai oleh pangerannya. Orang tersebut ingat betapa baiknya Allah SWT kepadanya disetiap hidup dan perilakunya, dengan seperti itu maka orang...

Dulu Diremehkan, Sekarang Dipentingkan #putusrantaikorona

#putusrantaikorona Sifat sombong dan meremehkannya saya sangat terasa dampaknya sekarang, sangat nyata perwujudanya. Saat dinasihati orang tua, saat diajari oleh para tokoh dll, saya sangat meremehkan itu semua, dengan berbagai alasan seperti "aah itukan zaman dulu sekarang udah beda", "itu cuma mitos", dll. Okeh kalo memang saya itu ngeyelan, sok tau, dan sayapun menyesal tak apa, serta menyalahkan diri saya untuk sesaat tak apa, tapi saya lalu mengambil hikmahnya jangan sampai saya mengulangi nanti nanti nanti dan nantinya, sekarang waktunya menerima konsekuensinya lalu memperbaikinya dengan hal yang bisa saya lakukan, yaitu memutus rantai penularanya dalam hal ini ialah virus korona. Beberapa hal yang dulu saya remehkan sekarang menjadi sangat penting seperti mencuci tangan, menggunakan barang yang bersih, menjaga makanan yang dimakan, menjaga udara dari polusi dan masih banyak lainya Didalam agama saya agama islam juga mengajarkan hal-hal yang jika dilihat ...