Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Cerpen

TUGEL *DDMP

          "Assalamu'alaikum, Ma berangkat dulu!" Aku pamit ke orang rumah, berangkat ke sekolah , entah kenapa aku kaya harus lari . Waktu itu masih jam 6 pagi, memang terlalu pagi, sih, untuk berangkat sekolah. Apalagi jarak antara rumahku dan sekolah kurang lebih cuma 1 KM, masuknya juga jam 07.30. Enggak tahu kenapa kalau berangkat lebih dari jam 6 rasanya udah telat. Mungkin ini ya, yang mendorong aku lari. Baru aja di pertengahan jalan aku malah jatuh, GABRUUG! Aku jatuhnya tengkurep. Tanganku dibuat tumpuan oleh badanku. Sebagai lelaki tangguh aku langsung berdiri sambil membersihkan pakaianku yang kotor. "Ah, aman enggak papa," pikirku dalam hati. Kakiku mulai melangkah lagi, tapi kayanya ada yang aneh. Lal u b eberapa meter berjalan aku bertemu lilikku (adik dari orang tuaku). “Loh, kamu kenapa daf? Kok bajunya kotor?” tanya lilik “Gak kenapa napa, cuma sedikit jatuh tadi " jawabku sambil melihat ke bajuku yang seharusnya udah bersih, tap...

(Cerpen) Mau Belajar, Jika Sudah Bisa! Hah?

Ada sebuah kisah di mana ada anak yang sedang menempuh pendidikan di suatu lembaga pendidikan agama yaitu pondok pesantren. Dia tidak pernah mau mengaji, oleh sebab itu dia selalu disuruh mengaji oleh pengurus pesantren namun berkali-kali pengurus menyuruhnya   dengan lembut tapi dia tidak mau, ketidak mauannya bukan karena dia sudah bisa. Pada waktu shubuh pengurus membangunkan Tama. “Tam, bangun sholat shubuh, ngaji! Namun Tama tidak bangun bangun, pengurus terus membangunkannya sampai ahirnya dia bangun. “Iya kang” dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang perlu dibersihkan, dan mengambil air wudhu. Selesai sholat tama duduk di pojok kamar, kakinya ditekuk. Melihat itu pengurus menghampirinya. “ngaji kan tam?” tanya pengurus. “iya kang” jawab Tama. Namun Tama berbohong ternyata dia tidak berangkat mengaji. Kejadian seperti itu terus menerus terulang, setiap saat mengaji Tama tidak pernah berangkat, walupun pengurus ataupun seniornya sudah menyuru...

Bertemu Dengannya

Jari jemari sedang menari ditubuh dengan kasar, menjamah bagian-bagian yang gatal, didukung oleh suasana yang tenang dan posisi tidur, disaat anas menikmati gatal dan garukan, serta suasana yang tenang itu, tiba-tiba kang alit membuka pintu kamar anas, anas pun  terkaget karena sedang garuk-garuk selangkangan, tanpa direncana, anas menyapa kang alit, agar paniknya hilang. "Ehhh kang, ada apa?" "Kediiik bae!" bukannya kang alit menjawab pertanyaan anas, malah dia mengejek anas. Sangat sepele anas menanggapi ejekan kang alit, hanya dengan senyum kecil, ejekan semacam itu tidak ada apa-apanya bagi anas. Lalu kang alit melanjutkan perkataannya. "Kamu nanti gak ada acarakan?" "Gak ada kang" jawab anas dengan tegas. Anas mencium bau-bau akan diajak jalan-jalan oleh kang alit. "Nanti abis ashar ikut aku ya!" "Kemana kang?" "Udah tinggal ikut aja, pokoknya nanti pasti perbaikan gizi deh, kita main ke rumah harim nas" kang al...

Cerpen : Hamil enggak boleh sekolah?

Nanto baru membuka HP nya yang dari jam 4 sore sampe sekarang jam 8 malam dimode pesawat, baru dibuka terus mode pesawatnya dinonaktifkan langsung puluhan chat masuk, dari chat pribadi sampai grup yang ada puluhan jumlahnya, dari beberapa chat salah satunya ada chat dari asep "to, lagi dimana? Tolongin aku to!" baca chat itu nanto agak khawatir karena ada tulisan tolongnya, tapi belum dibales juga sama nanto, emang dia itu ngga suka chatingan, paling dibales nanti. Bangji dateng nemenin nanto yang lagi duduk santoy didepan rumah, bangji bawa kopi kapal air dua bungkus, maaf bukan kopi senja hehe, "to ngopilah, nih kopinya, kamukan pasti ngga punya kopi, nih aku bawa dua" "Wah kamu emang ngertian su, sini, mana kopinya?" "Nih leng" Biasa kalo temen deket itu punya sapaan sendiri, su dan leng, itu sapaan akrab mereka berdua. Nanto masuk kerumah buat kopi. Jam terus berputar sampai sampai-sampai mereka kehabisan sajen, mereka itu keturunan kelela...

Trio Abal Abal #1

Akhir sekolah SMA sudah tiba serta membosankan, itulah waktu dimana aku menunggu pengumuman kelulusan sekolah SMA ku. Sangat membosankan pokoknya hidup ini waktu itu, bingung mau ngapain, cemas lulus atau tidak, ngga ada pekerjaan. Beruntungnya aku di pesantren jadi bisalah hilang sekejap kebosanan kecemasan dan yang lainnya, saat sibuk dengan kegiatan pesantren.  Kebetulan,  malah aku di pesantren sudah jadi senior jadi kesibukan mengaji sudah minim, paling pagi sama sore, itupun kalo ngga tidur paginya, maaf ya santri ngemprah, selain mengaji sesekali lah ngurusin administrasi itupun kalo dipeelukan, perlunya ngga sering banget.  Kebayangkan sibuknya level minus, kebayang juga gimana keadaan hati ini waktu itu, aduuuh ngga karuan. Beberapa minggu aku nikmatin aja keadaan hati itu. Suatu saat aku pergi ke kota kira-kira dari asrama 3 KM an, jalan-jalan pake motor muter-muter, mendadak hati ingin ke warnet, langsung aja parkir ke warnet yang ada dipikiran ...

Pertemanan Dini

Di saat anak seumuran lana bermain dengan gembiranya dia malah juga ikut bermain, hehe. Namanya saja anak desa mainnya ya dengan alam, memancing, main ketapel, layang-layang, dan yang lain-lain, yang kalo di sebut hanya orang-orang tertentu aja yang tau. Tapi peran lana saat bermain sangat lah buruk, lana hanya mengikuti teman-teman nya bermain dia tidak ambil kendali dalam bermain, paling hanya di suruh-suruh saja, maklum lah lana anaknya sangat polos, dan bukan jiwa pemberontak pada saat itu.  Pergaulan sangat menetukan menentukan pada karakter anak, di dalam berperilaku terutama. Oleh sebab itu bagi semua orang tua di haruskan sangat menjaga pergaulan anak, seperti halnya mama lana, dia sangat menjaga pergaulan lana, mama lana sangat melarang, dikatakan sangat siya tidak juga, tapi menganjurkan lana, tidak sering bergaul dengan anak-anak bawah rumahnya, karena mereka di pandang, buruk akhlaknya, entah itu perbuatanya ataupun perkataanya. Tapi karena lana di sekitar rumah ...

Cerpen Awal

Di saat lana hidup hanya dengan sebongkah daging dia tak tau apa-apa yang hanya dia tau adalah mama papa nya, pada waktu itu pula dia di anggap sebagai manusia karena dia benar-benar hidup tidak hanya di kefanaan. Lana adalah tergolong orang yang pas pasan, pas-pasan kaya dan mampu,hehe dia pun tergolong anak yang kurang tidak di sayangi oleh keluarganya bagaimana tidak dia adalah anak pertama dari ibu dan bapaknya, dia cucu pertama yang lahir di rumah kakek dari bapaknya yang saat ini di tinggalinya, dia cucu laki-laki pertama dari kakek ibunya. Kalo kita rasakan memang sesuatu apapun yang pertama itu sangat menyenangkan dan enak di rasakan, coba kalian pikirkan saja saat kalian pertama kali makan es creem, di saat kalian pertama kali dapet nilai baik di  saat pertama kali kalian dapat teman baru yang baik pasti sangat menyenangkan, jangan lupa pula di saat pertama kalian kawin pastinya tidak akan terlupakan keindahanya. di balik itu kalian jangan lupa sadar dan berfikir untu...