Skip to main content

Buka Tiga


Seperti biasa, seperti kemarin-kemarin. Hari ini aku makan sahur dari ndalem kyai. Temenku bawa makanan dari ndalem pakai nampan, pokoknya ngga butuh piring sama sendok lah. Itu tu cuma buat orang-orang lemah.

Aduh.. Ngga ada yang menariklah dari hidupku, ngapain aku nulis ginian. Selesai makan, main HP liat-liat, nulis sedikit-sedikit. Engga tahu lagi kenapa, kok lagi seneng bener nulis tapi ya ngga papa paling tidak ada kesibukan, kalau ditanyakan gampang jawabnya, "lagi sibuk apa?" jawabanya gampang "lagi sibuk nulis" hahahha dengan jawaban seperti itu paling tidak aku bisa jawab, bahkan bisa jadi mereka salut, ngga salut gimana coba pekerjaan kok nulis, dipikir mereka menulis sesuatu yang penting padahal ngga. Penting darimananya wong tulisan kaya gini hahaha.

Lagi-lagi aku tidur setelah sholat shubuh sampai jam 3 sore. Oh iya lupa malamnya aku nyuci baju, tapi bajunya udah di rendem 3 hari. Tahu ngga efeknya? Kalau ngga pernah rendem baju 3 hari nih aku kasih tahu efeknya. Pasti ada 2 efek ya, dasarlah. Pertama efek positif dulu biar ngga salah-salah banget. Efek positifnya baju itu jadi bersih, kotoranya gampang dibersihin, kan udah pudar, efek lainnya santai bisa kapanpun nyucinya ngga dikejar-kejar, nyucinya juga gampang dibilas tok udah bersih kisat (pered) masih banyak sebenarnya, tapi lebih baik coba aja sendiri rendem baju lama. Ini baru efek negatifnya, yang paling berat itu bajunya jadi bau, coba aja dipikir pakaian kotor direndem otomatis kotoranya kerendem berarti seolah ngrendem kotoran dengan jangka waktu yang lama, udah tahukan pasti akan bau, selain itu pakainnya pasti akan memudar warnanya, dan juga cepet rusak kalau dalam bahasa ngapak itu bonto.

Waduh malah cerita baju direndem. Bangun tidur seperti biasa bla bla bla, aku langsung buka HP, ngga biasanya aku buka WA, WAnya kebukalah wah ada kabar gembira segembira-gembiranya. Pertama, ceweweku WA manja ke aku, uuh aku bacanya seneng banget dong. Yang kedua, dibarisan chat yang masuk ada chat yang ngga ada namanya, aku penasaran lalu aku buka "siapa si nih?" batinku, setelahku buka ternyata chat dari orang PEMDA, chat yang selalu aku tunggu-tunggu no 3, yang pertama chat dari keluarga, yang kedua dari ceweweku, yang ketiga baru dia.

Jadi tak jelasin nih, chat orang pemda itu ngasih tahu bahwa bantuan hibahnya udah ditransfer, lah aku disuruh ngecek, dananya ngga sedikit luur lumayanlah bisa buat beli grontol (jagung yang dikasih kelapa) sewarung, uh aku girang banget. Waktu bukapun tiba lur, aku buka biasa pakai kopi sama rokok doang, jangan salah walau cuma gini aku udah bahagianya pool, lalu aktifitas biasa.

Biasanya kalau udah buka selesai ya ceritanya, tapi ini ada yang menarik lur. Jadi setelah aku selesai taraweh aku beli kopi ke warung, udah lama aku ngga kewarung kira-kira 5 harian. Aku sama wa warung udah deket banget. Sampai di warung aku buat kopi, lagi buat kopi malah aku semi dimarahin "wong kalau ngga lagi puasa aja pasti kesini koh, bulan puasa koh blas ngga kesini" aku cuma senyum "kamu tu tak tunggu-tunggu buat buka, takutnya ngga keurus bukanya, mulai besok kamu buka disini" aku jawab pakai nada ngromed ngga jelas ngomongnya aku juga ngga tahu aku ngomong apa. Disaat itu aku ternyuh banget hampir air mata yang berharga ini jatuh tapi aku bungkus dengan senyum khasku. Puasa saat ini itu puasa paling hikmat dan paling tawakal.

Aku langsung makan dong wong udah dimarahin, selesai makan aku pulang bawa kopi dicangkir, sampai kamar aku keinget buku rekening yayasan yang harus aku cek ke bank. Maka aku minta buku rekening ke ndalem, besok baru ngecek. Wah tak kira sedikit nulisnya, rasanya ngga ada yang mau ditulis malah ini banyak banget ya udah ngga papa. Yang penting kita semua selalu beruntung.

Salam Keberuntungan
00.49; Nurul Iman, 28 April 2020

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Rindu Buta Kepada Muhammad

Terlalu banyak baris kata untuk menjelaskan rinduku kepada engkau  Ya Muhammad  Rinduku tertumpuk hingga berdebu Aku berharap angin menghantarkan debu menyampaikan sedikit rinduku Awalnya remuk hancur hati ini karena ledakan rindu itu Berkat para pewaris engkau Aku tahu sebagian caranya Cara mengundang angin agar menghantarkan debu-debu rinduku Dengan membaca risalah mu tareh mu Serta pujian-pujian kepadamu Seperti yang diajarkan para guruku  Itu semua terbungkus dalam maulid Nabi Muhammad  Hanya dengan itu ya Muhammad Aku menyampaikan rinduku Aku memohon agar engkau tak menyia-nyiakan rinduku Seorang perindu yang hidupnya sia-sia Tanpa engkau ya Muhammad 

Taisir I : Taqwa, Penyebab Taqwa dan Dampak Bertaqwa

Takwa adalah melakukan yang di perintah Allah 'azza wa jalla dan menghindari larangan Allah 'azza wa jalla di saar sepi atau ramai.Takwa juga tidak akan sempurna kecuali meninggalkan setiap sesuatu yang hina serta dapat sempurna dengan menghiasinya dengan setiap sesuatu yang utama. Takwa merupakan jalan yang ditempuh oleh orang yang mendapatkan petunjuk dan merupakan ikatan kuat bagi orang yang berpegangan, dengan ikatan tersebut maka orang tersebut akan selamat. Ada banyak sebab menjadikan orang bertaqwa, sebagian dari banyaknya sebab yaitu : Orang tersebut sadar bahwa dia hanyalah hamba Allah yang hina sedangkan Allah dzat yang maha kuat dan dzat yang maha mulia. Tidak pantas bagi orang yang hanya menjadi hamba yang hina durhaka/maksiyat kepada pangerannya yaitu Allah dzat yang maha mulia karena hakikatnya diri dan jiwa seorang hamba dikuasai oleh pangerannya. Orang tersebut ingat betapa baiknya Allah SWT kepadanya disetiap hidup dan perilakunya, dengan seperti itu maka orang...

Dulu Diremehkan, Sekarang Dipentingkan #putusrantaikorona

#putusrantaikorona Sifat sombong dan meremehkannya saya sangat terasa dampaknya sekarang, sangat nyata perwujudanya. Saat dinasihati orang tua, saat diajari oleh para tokoh dll, saya sangat meremehkan itu semua, dengan berbagai alasan seperti "aah itukan zaman dulu sekarang udah beda", "itu cuma mitos", dll. Okeh kalo memang saya itu ngeyelan, sok tau, dan sayapun menyesal tak apa, serta menyalahkan diri saya untuk sesaat tak apa, tapi saya lalu mengambil hikmahnya jangan sampai saya mengulangi nanti nanti nanti dan nantinya, sekarang waktunya menerima konsekuensinya lalu memperbaikinya dengan hal yang bisa saya lakukan, yaitu memutus rantai penularanya dalam hal ini ialah virus korona. Beberapa hal yang dulu saya remehkan sekarang menjadi sangat penting seperti mencuci tangan, menggunakan barang yang bersih, menjaga makanan yang dimakan, menjaga udara dari polusi dan masih banyak lainya Didalam agama saya agama islam juga mengajarkan hal-hal yang jika dilihat ...