Skip to main content

Buka Satu



Jam 2 aku selesai tongkrongan sama temen asrama. Lalu pergi ke kamar masak nasi (liwet) buat makan sahur, jadi masaknya tu di dalam kamar, masak nasi, air, mi, atau apapun lah itu.

Nasinya matang teflon bekas masak nasi tak cuci terus buat masak air buat bikin kopi. Jadi deh kopinya nunggu jam setengah 4, ngopi dulu sambil ngrokok ditemani 1 temanku. Jam setengah 4 tiba, aku sama temanku makan sahur pake tempe oreg (kering tempe) kayanya itu tempe oreg udah lama banget sebulanan mungkin, tapi tak apalah yang penting ngga ngracunin.

Selesai makan ngopi lagi sambil ngrokok nunggu adzan subuh, disaat itu aku kepikiran ceweweku lagi ngapain dia ya. Tapi biarin ah biar kangennya ngga sembuh-sembuh. Tiba juga adzan subuh, tidak berlama-lama aku wudhu lalu sholat subuh walau masjid belum mulai jama'ahnya. Selesai sholat langsung kultum (kulum tumpukan) buat dijadikan bantal, hibernasilah aku.

Kira-kira aku hibernasi selama 8 jam, jam 1 aku dibangunin gus aku (gus itu anak kyaiku). Tadi malam aku sama gus sudah janjian mau pergi ke toko buku sekalian COD HP. Aku bangun langsung aku ke kamar mandi nglepas celana tapi ngga nglepas pakaian, yang aku siram dan sabuni cuma bagian perut ke kaki karena bagian itulah yang pastinya bau bagi kaum adam, iya ngga kaum adam? Pasti iya, selain bagian itu aku juga bersihin muka biar ngga kucel-kucel banget walaupun ngga ngaruh masih tetap kucel, paling tidak kalau di tanya udah cuci muka belum jawabnya jujur, sudah.

Selesai di kamar mandi lalu aku pakai pakaian lalu sholat, selesai sholat siap-siap pergi, udah bawa uang, tas, helm. Aku ke ndalem (rumah gus), aku nyamper dia, siap kita pergi. Oalah tak kira pake motor makanya aku bawa helm ternyata pake mobil, tapi ngga papalah biar tambah mantap keamananya pake helm di dalam mobil. Mantapkan? Jangan remehkan keamanan lur.

Pergi deh cusss aku sama gus, dijalan mau ngisi bensin tapi ada masalah, masalahnya ngga tahu bensinnya pake apa, sebab gus belum pernah pake mobil ini. Sampai di toko gus tanya ke aku "ji kamu bawa uang?"
"Bawa gus 20.000"
"Lah itumah ngga namanya ngga bawa uang" hahaha kami berdua ketawa-ketiwi.

Ditoko aku ketemu temen aku dipesantrenku dulu, wah kaya reunian aku sama dia cerita kesana kemari. Lama-lama di toko tapi cuma beli satu kitab, sebenernya kalau mau beli banyak bisa tapi bingung mau beli apa, wong yang mau dikaji aja belum jelas.

Selesai dari toko aku kira ngga jadi COD sebab kok malah arahnya pulang, oooh ternyata gus lupa. Jadi dia puter arah, jajan..... Jalan.....  Terus ahirnya sampai kami ke rumah yang penjual HP nya. Cek cek HP, ahirnya gus cocok, dia bayar tu HP.

Lalu kami pulang, sepanjang perjalanan pikiranku dipenuhi pertanyaan, serta rasa penasaran. Loh kok ini jalan rame banget, katanya ngga boleh keluar rumah, dikurangi keluar rumah. Karena itu di mobil kami ngobrol tentang itu, kami memakluminya. Kalau gus mah ngga sreg nya kalau mereka yang keluar ngga pakai masker, kalau gus liat itu dia langsung marah-marah karena aku yang ada di dalam mobil jadi serasa aku yang dimarahi. Di alun-alun kamu kira kendaraan yang lewat yang disepriot itu 2 arah ternyata 1 arah, oalah.

Kami sampai asrama jam 4 lebih. Aku langsung mandi, selesai mandi lalu sholat, selesai sholat ngedit-ngedit tulisan pakai laptop, karena nulisnya di HP, kalau pake laptop uh gede-gede tulusanya uenak. Sambil nunggu buka puasa dan ahirnya buka puasapun tiba.

Wah ternyata buka puasaku ngga ada bedanya dari tahun-tahun kemarin. Masih sama bukanya pakai kopi sama rokok, tapi ngga tahu kenapa enak aja, malah enakan dibadan buka gitu daripada makan nasi. Lah tulisan ini ada karena waktu aku lagi ngopi sambil ngrokok kepikiran wah asyik nih kayanya setiap buka puasa dibuat tulisan. Ahirnya hadirlah tulisan ini.

Salam Keberuntungan

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Rindu Buta Kepada Muhammad

Terlalu banyak baris kata untuk menjelaskan rinduku kepada engkau  Ya Muhammad  Rinduku tertumpuk hingga berdebu Aku berharap angin menghantarkan debu menyampaikan sedikit rinduku Awalnya remuk hancur hati ini karena ledakan rindu itu Berkat para pewaris engkau Aku tahu sebagian caranya Cara mengundang angin agar menghantarkan debu-debu rinduku Dengan membaca risalah mu tareh mu Serta pujian-pujian kepadamu Seperti yang diajarkan para guruku  Itu semua terbungkus dalam maulid Nabi Muhammad  Hanya dengan itu ya Muhammad Aku menyampaikan rinduku Aku memohon agar engkau tak menyia-nyiakan rinduku Seorang perindu yang hidupnya sia-sia Tanpa engkau ya Muhammad 

Taisir I : Taqwa, Penyebab Taqwa dan Dampak Bertaqwa

Takwa adalah melakukan yang di perintah Allah 'azza wa jalla dan menghindari larangan Allah 'azza wa jalla di saar sepi atau ramai.Takwa juga tidak akan sempurna kecuali meninggalkan setiap sesuatu yang hina serta dapat sempurna dengan menghiasinya dengan setiap sesuatu yang utama. Takwa merupakan jalan yang ditempuh oleh orang yang mendapatkan petunjuk dan merupakan ikatan kuat bagi orang yang berpegangan, dengan ikatan tersebut maka orang tersebut akan selamat. Ada banyak sebab menjadikan orang bertaqwa, sebagian dari banyaknya sebab yaitu : Orang tersebut sadar bahwa dia hanyalah hamba Allah yang hina sedangkan Allah dzat yang maha kuat dan dzat yang maha mulia. Tidak pantas bagi orang yang hanya menjadi hamba yang hina durhaka/maksiyat kepada pangerannya yaitu Allah dzat yang maha mulia karena hakikatnya diri dan jiwa seorang hamba dikuasai oleh pangerannya. Orang tersebut ingat betapa baiknya Allah SWT kepadanya disetiap hidup dan perilakunya, dengan seperti itu maka orang...

Dulu Diremehkan, Sekarang Dipentingkan #putusrantaikorona

#putusrantaikorona Sifat sombong dan meremehkannya saya sangat terasa dampaknya sekarang, sangat nyata perwujudanya. Saat dinasihati orang tua, saat diajari oleh para tokoh dll, saya sangat meremehkan itu semua, dengan berbagai alasan seperti "aah itukan zaman dulu sekarang udah beda", "itu cuma mitos", dll. Okeh kalo memang saya itu ngeyelan, sok tau, dan sayapun menyesal tak apa, serta menyalahkan diri saya untuk sesaat tak apa, tapi saya lalu mengambil hikmahnya jangan sampai saya mengulangi nanti nanti nanti dan nantinya, sekarang waktunya menerima konsekuensinya lalu memperbaikinya dengan hal yang bisa saya lakukan, yaitu memutus rantai penularanya dalam hal ini ialah virus korona. Beberapa hal yang dulu saya remehkan sekarang menjadi sangat penting seperti mencuci tangan, menggunakan barang yang bersih, menjaga makanan yang dimakan, menjaga udara dari polusi dan masih banyak lainya Didalam agama saya agama islam juga mengajarkan hal-hal yang jika dilihat ...