Skip to main content

Posts

Semua Akan Jadi Ahli Pada Waktunya

Melihat kondisi saat ini aku teringat kemarin fenomena terdekat yaitu PEMILU dan PILPRES, fenomena dimana semua orang di Indonesia merasa menjadi ahli politik semua. Dari semua kalangan merasa merekalah yang paling benar, yang paling tahu. Seolah selain dari mereka itu salah, padahal apa yang mereka bahas bukanlah bidangnya, tidak ada yang menjamin perkataan mereka, tidak ada data valid yang menjadi landasan mereka. Intinya mereka merasa mereka ahli politik. Aku mencermati keadaan saat ini hampir sama seperti kemarin dalam hal tersebut, kalau kalian mencemati juga, insya allah kalian setuju dengan aku. Entah ini alaminya manusia atau memang dibuat-buat aku tidak paham, entah hanya di Indonesia saja atau di Negara lain juga sama aku juga tidak tahu. Fenomena virus covid-19 atau biasa disebut corona, serapan dalam bahasa Indonesianya korona. Fenomena inilah yang sangat luar biasa dan mencuri perhatian semua orang tidak pandang siapa orangnya. Hal ini seperti yang sudah aku tulis ...

Buka Enam

Ngga biasanya aku beli nasi buat sahur, biasanya aku ngga beli tapi untuk ini aku laper banget jadi aku beli, walau mikir-mikir uang cuma tinggal 5000. Aaah kerasa banget nih adanya korona, alkhamdulillah aku masih punya allah. Aku kurang beraktifitas puasa hari ke enam ini dan tidak ada yang menarik. Aku tudur jam 7 pagi, bangun dhuhur cuma buat sholat tidur lagi bangun jam 5 sore. Aaah badannya pada pegel banget, tadi waktu tidur mimpinya macem-macem paling keinget itu mimpi naik gunung, yang lainnya samar-samar mimpi aku buat alat atm sendiri dan di pake banyak orang, terus ini yang paling ngga jelas dan kurang diingetan aku ketemu anak mbaku dari pakdeku. Udah si itu aja, yang lainnya biasa ngopi, ngrokok, ngobrol, nulis. Salam Keberuntungan

Buka Lima

Ahirnya udah hari kelima, kesan sekali puasa dihari kelima ini, sahurnya aku ngga makan cuma ngopi, ngrokok, sama minum air yang banyak, ketulung waktu buka kemarin aku makan, biasanykan ngga. Saat sahur aku liat-liat tulisanku lagi, liat-liat blogku, liat-liat akunku di kompasiana, dan juga aku liat-liat youtubeku yang ngga naik-naik subcribernya, ngga papalah walau ngga jadi apa-apa akun-akunku yang penting aku selalu berkarya. Liat-liat itu semua, aku kan suka diskusi, aku kepikiran buat podcast-podcatan. Kepikiran itu aku langsung cari tahu tentang podcast, aku download aplikasi buat podcast, buat ngedit audionya. Ya ngga tahu si bermanfaat apa ngga, ah yang penting aku pingin aku lakukan, udah sesimpel itu kok. Udah kedownload aku pelajari apknya. Aku pernah ngerekam diskusiku sama temenku, aku coba deh mengimportnya ke apk, wah lama banget uploadnya lur. Maklum banget si aku, wong nyatanya HPku jelek, ya udah deh aku keluarin apknya, aku mengeplay musik, mapan tidurlah aku...

Buka Empat

Kali ini berbeda aku hidup siangnya agak lama, sebab ada yang harus diurus siang hari. Sahurku agak cemas lagi "aku mau makan sahur apa nih" pikirku, pas sekali sampai jam 4 aku masih belum makan sahur, cuma baru ngopi. Pokoknya kopi, kopi, dan kopi, aku tuh ngga bisa lepas dari kopi lur. Tapi aku ngga khuatir sebab aku masih punya allah yang mengatur seluruhnya dalam hidupku, cemas-cemas dikit wajarlah manusiawi. Tapi alkhamdulillah aku ke depan kamar mau ambil air minum, temenku ngasih aku makanan sahur, alkhamdulillah aku sahur juga.

Buka Tiga

Seperti biasa, seperti kemarin-kemarin. Hari ini aku makan sahur dari ndalem kyai. Temenku bawa makanan dari ndalem pakai nampan, pokoknya ngga butuh piring sama sendok lah. Itu tu cuma buat orang-orang lemah. Aduh.. Ngga ada yang menariklah dari hidupku, ngapain aku nulis ginian. Selesai makan, main HP liat-liat, nulis sedikit-sedikit. Engga tahu lagi kenapa, kok lagi seneng bener nulis tapi ya ngga papa paling tidak ada kesibukan, kalau ditanyakan gampang jawabnya, "lagi sibuk apa?" jawabanya gampang "lagi sibuk nulis" hahahha dengan jawaban seperti itu paling tidak aku bisa jawab, bahkan bisa jadi mereka salut, ngga salut gimana coba pekerjaan kok nulis, dipikir mereka menulis sesuatu yang penting padahal ngga. Penting darimananya wong tulisan kaya gini hahaha. Lagi-lagi aku tidur setelah sholat shubuh sampai jam 3 sore. Oh iya lupa malamnya aku nyuci baju, tapi bajunya udah di rendem 3 hari. Tahu ngga efeknya? Kalau ngga pernah rendem baju 3 hari nih aku ka...

Buka Dua

Rasanya puasa cepet banget, alkhamdulillah puasanya ngga kerasa. Hari ini sudah masuk hari ke dua rasanya luar biasa, dalam kondisi seperti ini masih bisa berpuasa. Tidak ada yang spesial ataupun menarik dipuasa kedua ini, semua berjalan begitu cepat. Aku orangnya tuh tidak bisa tidur malam, impian terbesar aku hanyalah bisa menikmati tidur malam, dan keesokan harinya segar bugar beraktifitas. Jadi malam itu aku tidak tidur sampai jam 6 lebih secuil. Jam setengah tiga aku kepikiran dua wanita yang sangat istimewa yaitu ibuku dan juga kekasihku. Seperti biasa walau aku kepikiran mereka selalu, tapi aku sangat jarang langsung mengabari. Rasanya nikmat dan indah sekali rasa rindu ini, sampai-sampai aku tak mau kehilangan. Jam-jam itu aku juga memasak air  buat nyeduh kopi. Akutuh sahur sama buka yang paling penting kopi sama rokok. Kopinya udah jadi aku ngrokok sambil ngopi sambil main HP, "wah aku mau sahur apa nih, ngga punya uang, ngga ada simpenan makanan" batinku. Tapi...

Macam-macam Derajat Manusia Disekeliling Kita

TACHLIYAT WAT TARGHIB FIT TARBIYATI WAT TAHZDIB. Manusia adalah mahluk tuhan yang sangat bervariasi, penuh dengan perbedaan. Ketahuilah bahwa sesungguhnya manusia di bagi menjadi 3 macam dalam hal derajatnya. Derajat disini bukanlah kedudukan kursi/pekerjaan. Inilah 3 macam manusia menurut derajatnya : Pertama. Orang yang lebih luhur derajatnya dari kita dalam hal 'akal, keutamaan, dan perilaku. Mereka adalah orang tua, guru, dan orang yang menguasai perkara kita (pemerintah). Kedua. Orang yang setara dengan kita, mereka adalah saudara kita dan teman kita. Ketiga. Orang yang lebih rendah pengetahuanya, derajatnya daripada kita. Salam Keberuntungan Nurul Iman, April 2020