Skip to main content

Monopoli Lembaga Pendidikan sesuai Nilai Pasar


Sebenarnya kebanyakan siswa merasakan dan mengetahui apa yang sudah dilakukan lembaga pendidikan untuk mereka. Berbicara lembaga, sama halnya dengan lembaga-lembaga lain, mereka fokus dan bekerja untuk kemanfaatan dan tujuan mereka.

Seperti dalam sebuah esai dari ivan illich, melalui esai tersebut ivan ingin menunjukan perlembagaan nilai-nilai mengarah pada polusi fisik, polarisasi sosial dan impotensi psikologis. Untuk menunjukannya ivan memilih sekolah sebagai paradigma dan analisisnya. Di sekolah siswa akan mendapatkan hal-hal yang baru entah itu masalah negara ataupun agama, dan siswa juga dapat mengetahui fakta realitas sosial masalah biaya entah itu orang kaya atau miskin mereka memiliki ketergantungan yang sama.

Di pinggiran Kota Amerika Serikat pengeluaran tahunan siswa sama dan kadang-kadang bisa menguntungkan rakyat miskin. Orang kaya atau miskin semua tergantung pada lembaganya seperti lembaga sekolah dll untuk membimbing mereka dan menciptakan mereka menjadi orang-orang yang cerdas dan mampu berfikir. Untuk masalah keunggulan tergantung kepada dua pihak tersebut yang saling berketergantungan dari siswa sanggup membayar lembaga dan dari lembaga sanggup memberikan hak-hak mereka. Kadangkala ada sebuah prestasi individu, akan tetapi hal tersebut tidak bisa menjadi jaminan karena tidak semua, kalaupun tidak semua paling tidak kebanyakan, idealnya seharusnya semua.

Kesejahteaan di sini mengeklaim monopoli instansi-instansi Negara dan perorangan, penetapannya menurut yang berharga dan yang tidak layak.

Monopoli seperti ini memberikan dampak pada tujuannya, instansi hanya mau mengayomi dengan balasan dari masyarakat, apabila balasan dari masyarakat tak sesuai dengan apa yang sudah dilakukan instansi maka instansi menanganinya apaadanya hanya sekedarnya, dalam konteks ini orang miskin.

Di Meksiko orang miskin hanya sekolah 3 tahun berbeda di Newyork di sana orang miskin sama sekali tidak sekolah.

Dengan adanya teknologi yang berkembang semakin pesat malah memperburuk keadaan orang miskin kebutuhan mereka menjadi meningkat sedangkan kemiskinan tidak akan bisa kemodernan sesuai dengan zaman modern.

Hal tersebut menghilangkan potensi rakyat miskin karena mereka lemah di berbagai bidang, mereka di monopoli instansi yang menaungi mereka tidak luput instansi pendidikan juga. Bahkan "petugas" pun tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri karena faktor tersebut. Pada masa sekarang semua hal tidak akan lari dari uang menurut orang-orang miskin Amerika Serikat.

Instansi mengakui bahwa jika tidak ada mereka masyarakat tidak akan sejahtera. Hakim agung William douglas mengatakan "Sekarang ini seharusnya membentuk sebuah lembaga untuk membiayainya", dengan adanya apa-apa harus uang kemiskinan akan semakin pesat melaju.

Pemerintah Amerika Serikat telah melakukan kebijakan mengeluarkan 3 milyar lebih untuk menutupi kerugian dari sekitar 6 juta anak dalam dalam bidang pendidikan, kerugian pendidikan tidak dapat disembuhkan hanya dengan sekolah, memang benar cita-citanya pemerintah melakukan hal tersebut untuk anak-anak miskin, akan tetapi nyatanya uang tersebut hanya untuk komponen sekolah, hanya beberapa persen yang untuk memperbaiki anak miskin dalam pendidikan.

Mereka para masyarakat miskin hanya ingin setara. Dengan adanya pemisahan kelas dan membedakan yang lain antara anak orang kaya dan miskin malah tambah memperbodoh anak-anak miskin, padahal mereka hanya ingin belajar bukan hanya ingin sertifikat atau sejenisnya.

Semua instansi hanya bergantung pada nilai pasar, begitu juga instans pendidikan. Instansi pendidikan salah satu instansi yang mahal, seperti di Negara maju pendidikan paska sarjana sekian dolar, yang kalau di Negara berkembang bisa untuk biaya hidup dan memenuhi pendidikan juga.

Bagi Negara yang mempedulikan kasta entah itu dalam bidang apapun, terutama dalam bidang pendidikan. Hal tersebutlah yang menjadi salah satu faktor besar yang memperberat beban orang miskin untuk mensejahterakan diri mereka sendiri. Melihat di atas bisa dikatakan bahwa pendidikan tidak dapat dibeli dengan uang, dibuktikan dengan kebijakan Negara  Amerika Serikat.

23:50; Purwokerto, 22 Juli 2020

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Rindu Buta Kepada Muhammad

Terlalu banyak baris kata untuk menjelaskan rinduku kepada engkau  Ya Muhammad  Rinduku tertumpuk hingga berdebu Aku berharap angin menghantarkan debu menyampaikan sedikit rinduku Awalnya remuk hancur hati ini karena ledakan rindu itu Berkat para pewaris engkau Aku tahu sebagian caranya Cara mengundang angin agar menghantarkan debu-debu rinduku Dengan membaca risalah mu tareh mu Serta pujian-pujian kepadamu Seperti yang diajarkan para guruku  Itu semua terbungkus dalam maulid Nabi Muhammad  Hanya dengan itu ya Muhammad Aku menyampaikan rinduku Aku memohon agar engkau tak menyia-nyiakan rinduku Seorang perindu yang hidupnya sia-sia Tanpa engkau ya Muhammad 

Taisir I : Taqwa, Penyebab Taqwa dan Dampak Bertaqwa

Takwa adalah melakukan yang di perintah Allah 'azza wa jalla dan menghindari larangan Allah 'azza wa jalla di saar sepi atau ramai.Takwa juga tidak akan sempurna kecuali meninggalkan setiap sesuatu yang hina serta dapat sempurna dengan menghiasinya dengan setiap sesuatu yang utama. Takwa merupakan jalan yang ditempuh oleh orang yang mendapatkan petunjuk dan merupakan ikatan kuat bagi orang yang berpegangan, dengan ikatan tersebut maka orang tersebut akan selamat. Ada banyak sebab menjadikan orang bertaqwa, sebagian dari banyaknya sebab yaitu : Orang tersebut sadar bahwa dia hanyalah hamba Allah yang hina sedangkan Allah dzat yang maha kuat dan dzat yang maha mulia. Tidak pantas bagi orang yang hanya menjadi hamba yang hina durhaka/maksiyat kepada pangerannya yaitu Allah dzat yang maha mulia karena hakikatnya diri dan jiwa seorang hamba dikuasai oleh pangerannya. Orang tersebut ingat betapa baiknya Allah SWT kepadanya disetiap hidup dan perilakunya, dengan seperti itu maka orang...

Dulu Diremehkan, Sekarang Dipentingkan #putusrantaikorona

#putusrantaikorona Sifat sombong dan meremehkannya saya sangat terasa dampaknya sekarang, sangat nyata perwujudanya. Saat dinasihati orang tua, saat diajari oleh para tokoh dll, saya sangat meremehkan itu semua, dengan berbagai alasan seperti "aah itukan zaman dulu sekarang udah beda", "itu cuma mitos", dll. Okeh kalo memang saya itu ngeyelan, sok tau, dan sayapun menyesal tak apa, serta menyalahkan diri saya untuk sesaat tak apa, tapi saya lalu mengambil hikmahnya jangan sampai saya mengulangi nanti nanti nanti dan nantinya, sekarang waktunya menerima konsekuensinya lalu memperbaikinya dengan hal yang bisa saya lakukan, yaitu memutus rantai penularanya dalam hal ini ialah virus korona. Beberapa hal yang dulu saya remehkan sekarang menjadi sangat penting seperti mencuci tangan, menggunakan barang yang bersih, menjaga makanan yang dimakan, menjaga udara dari polusi dan masih banyak lainya Didalam agama saya agama islam juga mengajarkan hal-hal yang jika dilihat ...