Skip to main content

Hidup Korona Mati Kita

Saat ini sangat terasa keterkaitan kita dengan orang lain, diri kita dengan yang lain saling menjaga saling membantu dan saling mendukung. STOP EGOIS, STOP SOMBONG, STOP INDIVIDUALIS.

Dengan kita menghargai diri sendiri, menjaga diri sendiri itu sudah menjadi wujud yang sama kita lakukan kepada orang lain. Sebenarnya kita sudah diajarkan berkehidupan yang baik terutama di agama Islam, bukan menjadi kebetulan saya beragama islam maka saya berpendapat sesuai pengetahuan saya kalau saya mengetahui dari agama lain atau darimanapun pasti akan saya sampaikan. Kembali ke ajaran, kita seringkali acuh akan itu.

Mau bagaimana lagi perilaku kita sudah berlalu, sekarang kita hanya bisa menjaga agar tidak terkena virus korona bagi yang belum terkena, kenapa belum karena virus korona tak memandang apupun suatu saat siapapun bisa terkena entah itu kakek, cucu, miskin, kaya, pria, wanita dll.

Apabila kita menjaga diri kita itu berarti kita juga menjaga orang lain, sebab virus korona sangat cepat penyebanranya. Jangan sombong mentang-mentang kita muda sehat kita tak mematuhi himbauan yang ada, ini bukan masalah pribadi jikalau kamu sehat muda merasa tak terkena virus korona, tapi kamu tak merasa sakit karena antibodimu kuat, dan kamu berkeliaran di luar, virus itu akan otomatis menyebar, apa kamu tau yang terkena? tidak kan? Apakah kamu tidak sadar dengan kelakuanmu itu, kamu menyebabkan seorang nenek meninggal, seorang yang memiliki riwayat sakit keras meninggal. Mari sadarkan diri kita, ini bukan nyawa kita sendiri yang terancam, tapi juga orang lain.
Manfaatkan waktu kita ini agar bermanfaat paling tidak untuk saat ini, lakukan himbauan pihak yang berwenang yaitu berupa menjaga jarak, mengurangi interaksi sosial perbanyak tinggal di rumah ayuh untuk saat ini STAY AT HOME.
HUDUP KITA HIDUP MEREKA
SAKIT KITA SAKIT MEREKA

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Rindu Buta Kepada Muhammad

Terlalu banyak baris kata untuk menjelaskan rinduku kepada engkau  Ya Muhammad  Rinduku tertumpuk hingga berdebu Aku berharap angin menghantarkan debu menyampaikan sedikit rinduku Awalnya remuk hancur hati ini karena ledakan rindu itu Berkat para pewaris engkau Aku tahu sebagian caranya Cara mengundang angin agar menghantarkan debu-debu rinduku Dengan membaca risalah mu tareh mu Serta pujian-pujian kepadamu Seperti yang diajarkan para guruku  Itu semua terbungkus dalam maulid Nabi Muhammad  Hanya dengan itu ya Muhammad Aku menyampaikan rinduku Aku memohon agar engkau tak menyia-nyiakan rinduku Seorang perindu yang hidupnya sia-sia Tanpa engkau ya Muhammad 

Taisir I : Taqwa, Penyebab Taqwa dan Dampak Bertaqwa

Takwa adalah melakukan yang di perintah Allah 'azza wa jalla dan menghindari larangan Allah 'azza wa jalla di saar sepi atau ramai.Takwa juga tidak akan sempurna kecuali meninggalkan setiap sesuatu yang hina serta dapat sempurna dengan menghiasinya dengan setiap sesuatu yang utama. Takwa merupakan jalan yang ditempuh oleh orang yang mendapatkan petunjuk dan merupakan ikatan kuat bagi orang yang berpegangan, dengan ikatan tersebut maka orang tersebut akan selamat. Ada banyak sebab menjadikan orang bertaqwa, sebagian dari banyaknya sebab yaitu : Orang tersebut sadar bahwa dia hanyalah hamba Allah yang hina sedangkan Allah dzat yang maha kuat dan dzat yang maha mulia. Tidak pantas bagi orang yang hanya menjadi hamba yang hina durhaka/maksiyat kepada pangerannya yaitu Allah dzat yang maha mulia karena hakikatnya diri dan jiwa seorang hamba dikuasai oleh pangerannya. Orang tersebut ingat betapa baiknya Allah SWT kepadanya disetiap hidup dan perilakunya, dengan seperti itu maka orang...

Dulu Diremehkan, Sekarang Dipentingkan #putusrantaikorona

#putusrantaikorona Sifat sombong dan meremehkannya saya sangat terasa dampaknya sekarang, sangat nyata perwujudanya. Saat dinasihati orang tua, saat diajari oleh para tokoh dll, saya sangat meremehkan itu semua, dengan berbagai alasan seperti "aah itukan zaman dulu sekarang udah beda", "itu cuma mitos", dll. Okeh kalo memang saya itu ngeyelan, sok tau, dan sayapun menyesal tak apa, serta menyalahkan diri saya untuk sesaat tak apa, tapi saya lalu mengambil hikmahnya jangan sampai saya mengulangi nanti nanti nanti dan nantinya, sekarang waktunya menerima konsekuensinya lalu memperbaikinya dengan hal yang bisa saya lakukan, yaitu memutus rantai penularanya dalam hal ini ialah virus korona. Beberapa hal yang dulu saya remehkan sekarang menjadi sangat penting seperti mencuci tangan, menggunakan barang yang bersih, menjaga makanan yang dimakan, menjaga udara dari polusi dan masih banyak lainya Didalam agama saya agama islam juga mengajarkan hal-hal yang jika dilihat ...