Skip to main content

TUGEL *DDMP

        "Assalamu'alaikum, Ma berangkat dulu!"

Aku pamit ke orang rumah, berangkat ke sekolah, entah kenapa aku kaya harus lari. Waktu itu masih jam 6 pagi, memang terlalu pagi, sih, untuk berangkat sekolah. Apalagi jarak antara rumahku dan sekolah kurang lebih cuma 1 KM, masuknya juga jam 07.30. Enggak tahu kenapa kalau berangkat lebih dari jam 6 rasanya udah telat. Mungkin ini ya, yang mendorong aku lari. Baru aja di pertengahan jalan aku malah jatuh, GABRUUG! Aku jatuhnya tengkurep. Tanganku dibuat tumpuan oleh badanku. Sebagai lelaki tangguh aku langsung berdiri sambil membersihkan pakaianku yang kotor. "Ah, aman enggak papa," pikirku dalam hati. Kakiku mulai melangkah lagi, tapi kayanya ada yang aneh. Lalu beberapa meter berjalan aku bertemu lilikku (adik dari orang tuaku).

“Loh, kamu kenapa daf? Kok bajunya kotor?” tanya lilik

“Gak kenapa napa, cuma sedikit jatuh tadi" jawabku sambil melihat ke bajuku yang seharusnya udah bersih, tapi kok masih keliatan kotor.

“lah itu tanganmu?sini liat!" lilikku meraih tanganku. Kok ada yang aneh, kenapa sakit waktu dipegang lilik.

Lilik melihat-lihat tanganku kaya orang lagi ngecek barang yang mau dibeli. Fokus banget pokoknya.

“Wah, kamu mah tangangannya patah nih, ayuh mending pulang aja!" lilik menjelaskan hasil pengamatanya, entah kenapa waktu lilikku bilang tanganku patah mataku sedikit demi sedikit mengeluarkan air dan bibirku mulai mewek.

Lagi-lagi aku enggak tahu kenapa badanku ini. Dia enggak mau gerak, lama kelamaan lemas kaya enggak ada tulangnya. Akhirnya aku dibopong lilikku, tangisku mulai menjadi-jadi. Di bopongan lilik aku menangis sekuat-kuatnya. Saat itulah aku sadar ternyata memang tanganku patah. Aku sudah mulai merasakan sakitnya, sakit yang aaaaah, amat sakit, rasanya pengin mati.

"Mama!! Haaaaa haaaa haaaa Mama!! Mama!!" aku terus menangis berharap akan berkurang sakitnya jika terus menangis.

Sampai di rumah aku semakin menguatkan tangisanku agar orang tuaku, yang aku anggap pahlawanku, segera menghilangkan rasa sakit ini. Melihat keadaanku, orang-orang di rumah panik semua. “lah kamu kenapa?" teriak mamaku.

“Tadi aku mau ke kebun, ndilalah ketemu dafa, tapi kok bajunya kotor, jadi aku tanya, katanya jatuh, lah aku liat-liat badannya, kayanya tangannya luka, saat aku liat eh beneran patah” panjang lebar lilik menjelaskan kronologinya dan juga kronologi patahnya tanganku, sesuai yang dia tahu.

“Udah-udah jangan nangis nanti kan bisa sembuh" bapakku berusaha menenangkanku.

“Pak gimana ini? Tanganku kok ngeri banget!" mamaku panik dan mulai memojokkan bapakku

“Iya, iya udah tenang, mending langsung diobatin aja. Mau dibawa ke dukun apa rumah sakit nih?" tanya bapakku juga sebenarnya bingung tapi tak memperlihatkan kebingunganya. Itulah seorang bapak.

Mbaku yang tadi di belakang rumah langsung datang bersama suaminya, uuuh mba malah memarahiku

“Tuh kan makanya kalo berangkaat sekolah gak usah lari! Jalan biasa aja mbok bisa? Jalan juga pasti nyampe!" aaah mba-mba mbok ya nanti dulu marahnya, sakit banget tahu! Tangisan masih menemani aku. Suami mbaku, alias kakak iparku, memberi opsi pengobatan. Di desanya ada dukun khusus patah tulang.

“Di tempat ku ada dukun khusus patah tulang, mbok mau diobatin di sana!" usul mas Na’im.

"Ya wis nganah bae, yuh yuh cepetan

“Ya udah kesana aja, ayuh cepetan!" mamaku paniknya mulai over, matanya juga mulai berkaca-kaca.

Orang-orang yang ada di rumah saat itupun bergegas mengambil peran masing-masing, lilikku mengambil mobil coak (mobil barang) di rumahnya. Mobilnya sampai, kami semua bergerak cepat, aku langsung dibopong ke mobil yang sudah disiapkan senyaman mungkin, udah dikasih kasur, bantal, dll, oleh mereka yang tadi di rumah. Sedari tadi aku menangis tak berhenti sedikitpun, eh berhenti kok, tapi cuma pada saat nyedot umbel.

Mobil mulai berjalan menuju desa mas Na’im yang jaraknya lumayan jauh, kira-kira dari A sampai F, harus melewati B, C, dan D. Masih enggak karuan rasanya, enggak tahu rasanya apa, enggak bisa dijelasin, pokoknya sakit aja.

Perjalanan menuju tempat si dukun sebenarnya lancar sih, cuma di depan polsek daerah Gandasuli ada polisi sedang operasi, enggak tahu itu operasi legal atau ilegal wong cuma 2 personil, mobil kami pun diberhentikan. "Aaah, salah apa aku, pak! Udahlah aku mau operasi juga kok pak, biar enggak sakit nih tangannya, enggak cuma bapak yang operasi!" gerutuku dalam hati. Keliatannya mereka, lilikku dan pak polisi, berdamai. Ya gitulah di desa, penuh dengan perdamaian, hehe.

Lanjut, mobilnya meluncur ke tujuan. Lagi-lagi ada yang menambah sakit tanganku. Saat mobil memasuki desa kakak, mobilnya mulai bergoyang mengocok kami yang ada di mobil, otomatis menambah sakit tanganku. Kalau kalian bawa air di ember enggak ditutup pasti abis tuh air, airnya tumpeh-tumpeh.  Ini tuh jalan apa muka jerawaten sih, kenapa coba enggak diperbaiki. Keselnya minta ampun. Enggak kesal gimana coba, masa jalan rusak kok satu desa. Ya Allah udah pingin banget sampai ya Allah.

Sambil menahan sakit yang amat sakit, impian tertinggiku saat itu tercapai juga, sampai di rumah dukunnya. Waktu sampai aku merasa bahagia..... banget, alkhamdulillah penderitaanku cukup sampai sini saja. Aku kira seperti itu. Ternyata ....... TIDAK!!!!.

Aku ditidurkan di tempat tidur khusus pasien. Si dukun mulai mendekatiku, dia menatapku tajam, langsung memegang tanganku. Yaelah baru dipegang aja udah sakit banget, nyeri, ampe gak bisa napas, apalagi kalau diurut, aduh Mama gimana ini? Abis dipegang lalu diurut dan seterusnya sampai selesai, ya ampuuun sakitnya. Ya Allah sakit banget, pokoknya aku teriak sekeras-kerasnya sampai selesai. Uh gila sakit banget sur, asli! Banget... Banget.... Banget.... Sakitnya.


 

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Rindu Buta Kepada Muhammad

Terlalu banyak baris kata untuk menjelaskan rinduku kepada engkau  Ya Muhammad  Rinduku tertumpuk hingga berdebu Aku berharap angin menghantarkan debu menyampaikan sedikit rinduku Awalnya remuk hancur hati ini karena ledakan rindu itu Berkat para pewaris engkau Aku tahu sebagian caranya Cara mengundang angin agar menghantarkan debu-debu rinduku Dengan membaca risalah mu tareh mu Serta pujian-pujian kepadamu Seperti yang diajarkan para guruku  Itu semua terbungkus dalam maulid Nabi Muhammad  Hanya dengan itu ya Muhammad Aku menyampaikan rinduku Aku memohon agar engkau tak menyia-nyiakan rinduku Seorang perindu yang hidupnya sia-sia Tanpa engkau ya Muhammad 

Taisir I : Taqwa, Penyebab Taqwa dan Dampak Bertaqwa

Takwa adalah melakukan yang di perintah Allah 'azza wa jalla dan menghindari larangan Allah 'azza wa jalla di saar sepi atau ramai.Takwa juga tidak akan sempurna kecuali meninggalkan setiap sesuatu yang hina serta dapat sempurna dengan menghiasinya dengan setiap sesuatu yang utama. Takwa merupakan jalan yang ditempuh oleh orang yang mendapatkan petunjuk dan merupakan ikatan kuat bagi orang yang berpegangan, dengan ikatan tersebut maka orang tersebut akan selamat. Ada banyak sebab menjadikan orang bertaqwa, sebagian dari banyaknya sebab yaitu : Orang tersebut sadar bahwa dia hanyalah hamba Allah yang hina sedangkan Allah dzat yang maha kuat dan dzat yang maha mulia. Tidak pantas bagi orang yang hanya menjadi hamba yang hina durhaka/maksiyat kepada pangerannya yaitu Allah dzat yang maha mulia karena hakikatnya diri dan jiwa seorang hamba dikuasai oleh pangerannya. Orang tersebut ingat betapa baiknya Allah SWT kepadanya disetiap hidup dan perilakunya, dengan seperti itu maka orang...

Dulu Diremehkan, Sekarang Dipentingkan #putusrantaikorona

#putusrantaikorona Sifat sombong dan meremehkannya saya sangat terasa dampaknya sekarang, sangat nyata perwujudanya. Saat dinasihati orang tua, saat diajari oleh para tokoh dll, saya sangat meremehkan itu semua, dengan berbagai alasan seperti "aah itukan zaman dulu sekarang udah beda", "itu cuma mitos", dll. Okeh kalo memang saya itu ngeyelan, sok tau, dan sayapun menyesal tak apa, serta menyalahkan diri saya untuk sesaat tak apa, tapi saya lalu mengambil hikmahnya jangan sampai saya mengulangi nanti nanti nanti dan nantinya, sekarang waktunya menerima konsekuensinya lalu memperbaikinya dengan hal yang bisa saya lakukan, yaitu memutus rantai penularanya dalam hal ini ialah virus korona. Beberapa hal yang dulu saya remehkan sekarang menjadi sangat penting seperti mencuci tangan, menggunakan barang yang bersih, menjaga makanan yang dimakan, menjaga udara dari polusi dan masih banyak lainya Didalam agama saya agama islam juga mengajarkan hal-hal yang jika dilihat ...