Skip to main content

Cerpen Awal


Di saat lana hidup hanya dengan sebongkah daging dia tak tau apa-apa yang hanya dia tau adalah mama papa nya, pada waktu itu pula dia di anggap sebagai manusia karena dia benar-benar hidup tidak hanya di kefanaan. Lana adalah tergolong orang yang pas pasan, pas-pasan kaya dan mampu,hehe dia pun tergolong anak yang kurang tidak di sayangi oleh keluarganya bagaimana tidak dia adalah anak pertama dari ibu dan bapaknya, dia cucu pertama yang lahir di rumah kakek dari bapaknya yang saat ini di tinggalinya, dia cucu laki-laki pertama dari kakek ibunya. Kalo kita rasakan memang sesuatu apapun yang pertama itu sangat menyenangkan dan enak di rasakan, coba kalian pikirkan saja saat kalian pertama kali makan es creem, di saat kalian pertama kali dapet nilai baik di  saat pertama kali kalian dapat teman baru yang baik pasti sangat menyenangkan, jangan lupa pula di saat pertama kalian kawin pastinya tidak akan terlupakan keindahanya. di balik itu kalian jangan lupa sadar dan berfikir untuk dapat menjaga, memperbaiki, dan yang lain-lain dari kenikmatan yang kalian alami. Lana termasuk anak yang unik sampe-sampe pada awal menamainya ada percakapan kecil antara ibu bidan dan mama lana, pada waktu itu ibu bidan memberikan saran terhadap ibu lana”uuh bu putrane sehat lan sae sanget niki, di namini bagus mawon bu”sambil kagum dan tertawa si ibu bidan,  mendengar pernyataan itu mama lana terkejut, andaikan lana itu sudah bisa denger pasti dia akan menangis dan meminta masuk keperut lagi,heheeh, bagaimana tidak orang mama lana jawabnya gini” bu bu lare kados niki ko di nameni bagus, menawi larene bagus la namine bagus, larene be cemeng kados niki” uedan mama, mama. Di saat kita mencapai tujuan kita tidak sepatutnya memujinya, akan tetapi yang terpenting bagaimana cara kita memolesnya menjadi yang terbaik dan dapat menutupi kekuranganya.
Lana pada saat itu termasuk anak yang manja orang tuanya pun mau-maunya memanjakan ya mau gimana lagi namanya aja anak pertama, sebenarnya si bukan anak pertama dia anak kedua, tapi kakaknya meninggal saat berumur 4 bulan dikandungan, pastinyakan orang tuanya sangat menjaga lana. Sayangnya ya umum aja ya, rata-rata anak yang di manja oleh orang tuanya dia bakalan bandel. Tapi bandel-bandelnya lana bermakna, lana memiliki eyang dari bapak yang menjadi imam masjid di desanya, dan lana sangat dekat sekali dengan sang eyang, sampe suatu saat lana tidur waktu maghrib dan dia terbangun sekitar jam 9 malam, saat itu juga lana ke kamar eyang nya dan ternyata eyang nya tidak ada di kamar dan lana menangis sekuat mungkin di dekapan sang mama yang menenangkanya, lana pun bertanya pada mamanya “ma eyang di mana, pasti lagi ngaji yah, aku mau sama eyang mengaji ke masjid” mama lana mengelus kepala lana sambil menjawab pertanyaan lana “ngga na, eyang tidak mengaji, sebentar lagi pasti pulang” mendengar jawaban itu lana bukanya tenang malah tambah menjadi jadi nangisnya, “ah mama bohong, aku mau sama eyang mengaji,” sambil berkata dia turun dari embanan mamanya dan dia berlari kemasjid, apalah daya mamanya diapun mengikuti larian lana dan alhasil memang eyang lana tidak ada di masjid. Namanya saja anak kecil belum bisa berfikir seandainya dia anak dewasa tau seperti itu pasti nangisnya diem, tapi dia malah tambah meronta-ronta, saking kesalnya mama lana diapun menggered lana ke rumah sesekali memakinya, tapi itu bukan karena kejam tapi karena sayang, lana lama kelamaan nangisnya mending, dan lama kelamaan lagi diapun tertidur. Pada keesokan harinya lana bangun tidur seperti biasa dia dibangunkan oleh mamanya, sesuai dengan kebiasaan lana di bangunkan pagi-pagi di suruh untuk beli perlengkapan pagi, seperti bumbu masakan atau yang lain, walaupun lana anaknya bandel tapi dia sangat patuh terhadap perintah orang tuanya tanpa meminta imbalan apapun. Saat lana keluar dari kamar lana melihat seorang yang sudah tua yaitu eyangnya, dengan muka cemberut dan jengkel lana melihat ke arah eyang, dengan sederhananya eyang menjawab tatapan itu dengan senyuman manis, dan hanya itu yang di lakukan eyang, samabil mendengarkan radio dan baca-baca kitab sesuai kebiasaanya sehari-hari. Lanapun pergi kewarung untuk membeli apa yang di pesan oleh sang mama.

from para ibu, di hari kartini

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Rindu Buta Kepada Muhammad

Terlalu banyak baris kata untuk menjelaskan rinduku kepada engkau  Ya Muhammad  Rinduku tertumpuk hingga berdebu Aku berharap angin menghantarkan debu menyampaikan sedikit rinduku Awalnya remuk hancur hati ini karena ledakan rindu itu Berkat para pewaris engkau Aku tahu sebagian caranya Cara mengundang angin agar menghantarkan debu-debu rinduku Dengan membaca risalah mu tareh mu Serta pujian-pujian kepadamu Seperti yang diajarkan para guruku  Itu semua terbungkus dalam maulid Nabi Muhammad  Hanya dengan itu ya Muhammad Aku menyampaikan rinduku Aku memohon agar engkau tak menyia-nyiakan rinduku Seorang perindu yang hidupnya sia-sia Tanpa engkau ya Muhammad 

Taisir I : Taqwa, Penyebab Taqwa dan Dampak Bertaqwa

Takwa adalah melakukan yang di perintah Allah 'azza wa jalla dan menghindari larangan Allah 'azza wa jalla di saar sepi atau ramai.Takwa juga tidak akan sempurna kecuali meninggalkan setiap sesuatu yang hina serta dapat sempurna dengan menghiasinya dengan setiap sesuatu yang utama. Takwa merupakan jalan yang ditempuh oleh orang yang mendapatkan petunjuk dan merupakan ikatan kuat bagi orang yang berpegangan, dengan ikatan tersebut maka orang tersebut akan selamat. Ada banyak sebab menjadikan orang bertaqwa, sebagian dari banyaknya sebab yaitu : Orang tersebut sadar bahwa dia hanyalah hamba Allah yang hina sedangkan Allah dzat yang maha kuat dan dzat yang maha mulia. Tidak pantas bagi orang yang hanya menjadi hamba yang hina durhaka/maksiyat kepada pangerannya yaitu Allah dzat yang maha mulia karena hakikatnya diri dan jiwa seorang hamba dikuasai oleh pangerannya. Orang tersebut ingat betapa baiknya Allah SWT kepadanya disetiap hidup dan perilakunya, dengan seperti itu maka orang...

Dulu Diremehkan, Sekarang Dipentingkan #putusrantaikorona

#putusrantaikorona Sifat sombong dan meremehkannya saya sangat terasa dampaknya sekarang, sangat nyata perwujudanya. Saat dinasihati orang tua, saat diajari oleh para tokoh dll, saya sangat meremehkan itu semua, dengan berbagai alasan seperti "aah itukan zaman dulu sekarang udah beda", "itu cuma mitos", dll. Okeh kalo memang saya itu ngeyelan, sok tau, dan sayapun menyesal tak apa, serta menyalahkan diri saya untuk sesaat tak apa, tapi saya lalu mengambil hikmahnya jangan sampai saya mengulangi nanti nanti nanti dan nantinya, sekarang waktunya menerima konsekuensinya lalu memperbaikinya dengan hal yang bisa saya lakukan, yaitu memutus rantai penularanya dalam hal ini ialah virus korona. Beberapa hal yang dulu saya remehkan sekarang menjadi sangat penting seperti mencuci tangan, menggunakan barang yang bersih, menjaga makanan yang dimakan, menjaga udara dari polusi dan masih banyak lainya Didalam agama saya agama islam juga mengajarkan hal-hal yang jika dilihat ...