Di saat lana hidup
hanya dengan sebongkah daging dia tak tau apa-apa yang hanya dia tau adalah
mama papa nya, pada waktu itu pula dia di anggap sebagai manusia karena dia
benar-benar hidup tidak hanya di kefanaan. Lana adalah tergolong orang yang pas
pasan, pas-pasan kaya dan mampu,hehe dia pun tergolong anak yang kurang tidak
di sayangi oleh keluarganya bagaimana tidak dia adalah anak pertama dari ibu
dan bapaknya, dia cucu pertama yang lahir di rumah kakek dari bapaknya yang
saat ini di tinggalinya, dia cucu laki-laki pertama dari kakek ibunya. Kalo
kita rasakan memang sesuatu apapun yang pertama itu sangat menyenangkan dan
enak di rasakan, coba kalian pikirkan saja saat kalian pertama kali makan es
creem, di saat kalian pertama kali dapet nilai baik di saat pertama kali kalian dapat teman baru
yang baik pasti sangat menyenangkan, jangan lupa pula di saat pertama kalian
kawin pastinya tidak akan terlupakan keindahanya. di balik itu kalian jangan
lupa sadar dan berfikir untuk dapat menjaga, memperbaiki, dan yang lain-lain
dari kenikmatan yang kalian alami. Lana termasuk anak yang unik sampe-sampe
pada awal menamainya ada percakapan kecil antara ibu bidan dan mama lana, pada
waktu itu ibu bidan memberikan saran terhadap ibu lana”uuh bu putrane sehat lan
sae sanget niki, di namini bagus mawon bu”sambil kagum dan tertawa si ibu
bidan, mendengar pernyataan itu mama
lana terkejut, andaikan lana itu sudah bisa denger pasti dia akan menangis dan
meminta masuk keperut lagi,heheeh, bagaimana tidak orang mama lana jawabnya
gini” bu bu lare kados niki ko di nameni bagus, menawi larene bagus la namine
bagus, larene be cemeng kados niki” uedan mama, mama. Di saat kita mencapai tujuan
kita tidak sepatutnya memujinya, akan tetapi yang terpenting bagaimana cara
kita memolesnya menjadi yang terbaik dan dapat menutupi kekuranganya.
Lana pada saat itu
termasuk anak yang manja orang tuanya pun mau-maunya memanjakan ya mau gimana
lagi namanya aja anak pertama, sebenarnya si bukan anak pertama dia anak kedua,
tapi kakaknya meninggal saat berumur 4 bulan dikandungan, pastinyakan orang
tuanya sangat menjaga lana. Sayangnya ya umum aja ya, rata-rata anak yang di
manja oleh orang tuanya dia bakalan bandel. Tapi bandel-bandelnya lana
bermakna, lana memiliki eyang dari bapak yang menjadi imam masjid di desanya,
dan lana sangat dekat sekali dengan sang eyang, sampe suatu saat lana tidur
waktu maghrib dan dia terbangun sekitar jam 9 malam, saat itu juga lana ke
kamar eyang nya dan ternyata eyang nya tidak ada di kamar dan lana menangis sekuat
mungkin di dekapan sang mama yang menenangkanya, lana pun bertanya pada mamanya
“ma eyang di mana, pasti lagi ngaji yah, aku mau sama eyang mengaji ke masjid”
mama lana mengelus kepala lana sambil menjawab pertanyaan lana “ngga na, eyang
tidak mengaji, sebentar lagi pasti pulang” mendengar jawaban itu lana bukanya
tenang malah tambah menjadi jadi nangisnya, “ah mama bohong, aku mau sama eyang
mengaji,” sambil berkata dia turun dari embanan mamanya dan dia berlari
kemasjid, apalah daya mamanya diapun mengikuti larian lana dan alhasil memang
eyang lana tidak ada di masjid. Namanya saja anak kecil belum bisa berfikir
seandainya dia anak dewasa tau seperti itu pasti nangisnya diem, tapi dia malah
tambah meronta-ronta, saking kesalnya mama lana diapun menggered lana ke rumah
sesekali memakinya, tapi itu bukan karena kejam tapi karena sayang, lana lama
kelamaan nangisnya mending, dan lama kelamaan lagi diapun tertidur. Pada
keesokan harinya lana bangun tidur seperti biasa dia dibangunkan oleh mamanya,
sesuai dengan kebiasaan lana di bangunkan pagi-pagi di suruh untuk beli
perlengkapan pagi, seperti bumbu masakan atau yang lain, walaupun lana anaknya
bandel tapi dia sangat patuh terhadap perintah orang tuanya tanpa meminta
imbalan apapun. Saat lana keluar dari kamar lana melihat seorang yang sudah tua
yaitu eyangnya, dengan muka cemberut dan jengkel lana melihat ke arah eyang,
dengan sederhananya eyang menjawab tatapan itu dengan senyuman manis, dan hanya
itu yang di lakukan eyang, samabil mendengarkan radio dan baca-baca kitab
sesuai kebiasaanya sehari-hari. Lanapun pergi kewarung untuk membeli apa yang
di pesan oleh sang mama.
from para ibu, di hari kartini

Comments
Post a Comment