Di saat anak seumuran lana bermain dengan gembiranya dia malah juga ikut bermain, hehe. Namanya saja anak desa mainnya ya dengan alam, memancing, main ketapel, layang-layang, dan yang lain-lain, yang kalo di sebut hanya orang-orang tertentu aja yang tau. Tapi peran lana saat bermain sangat lah buruk, lana hanya mengikuti teman-teman nya bermain dia tidak ambil kendali dalam bermain, paling hanya di suruh-suruh saja, maklum lah lana anaknya sangat polos, dan bukan jiwa pemberontak pada saat itu. Pergaulan sangat menetukan menentukan pada karakter anak, di dalam berperilaku terutama. Oleh sebab itu bagi semua orang tua di haruskan sangat menjaga pergaulan anak, seperti halnya mama lana, dia sangat menjaga pergaulan lana, mama lana sangat melarang, dikatakan sangat siya tidak juga, tapi menganjurkan lana, tidak sering bergaul dengan anak-anak bawah rumahnya, karena mereka di pandang, buruk akhlaknya, entah itu perbuatanya ataupun perkataanya. Tapi karena lana di sekitar rumah dia kurang banyak bahkan tidak ada anak seumuranya lanapun melanggar anjuran mamanya, dia selalu bermain dengan anak bawah rumahnya. Alhasil lana pun menyadari bahwa kurang baik bermain dengan mereka, karena dia merasa terutama dalam perkataanya dia sangat jelek, seperti preman jalanan, lana merasa sangat enak mengatakan kata-kata kotor terasa tak ada yang halanginya, dan memfilternya, dengan itu dengan umur lana yang masih muda dapat dikatakan masih anak-anak lana berfikir dia harus menyaring apa yang dia dapat dari pergaulan, bolehlah dia bergaul tapi
Di sekolahan lana juga
anak yang ya standarlah lumayan di atas rata-rata, guru-guru juga sangat hafal
dengan dia karena dia tergolong orang terpandang dan juga agak pintar, dari
prestasi extra sekolah saat SD lana lumayan bagus, lana sering mengikuti
lomba-lomba, seperti siaga, pramuka grak jalan dan lain-lain. Sampe saatnya dia
lulus dari SD, dia masih di saluti oleh guru-gurunya dan teman-nya, pada akhir
kelas lana menjalankan kesunatan nabi ibrahim AS, lana memotong
katirnya(sunat/khitan) pada waktu itu pada waktu lebaran tepat keluarga besar
entah itu dari bapak ataupun mama sedang kumpul, maka acara khitanan itu ya di
katakan hanya di rayakan oleh kelurga, tapi dari tetangga yang denger cerita
itu pasti dia akan menengok, dan membawa apa yang lana harapkan dari khitanan.

Comments
Post a Comment