Skip to main content

Pertemanan Dini




Di saat anak seumuran lana bermain dengan gembiranya dia malah juga ikut bermain, hehe. Namanya saja anak desa mainnya ya dengan alam, memancing, main ketapel, layang-layang, dan yang lain-lain, yang kalo di sebut hanya orang-orang tertentu aja yang tau. Tapi peran lana saat bermain sangat lah buruk, lana hanya mengikuti teman-teman nya bermain dia tidak ambil kendali dalam bermain, paling hanya di suruh-suruh saja, maklum lah lana anaknya sangat polos, dan bukan jiwa pemberontak pada saat itu.  Pergaulan sangat menetukan menentukan pada karakter anak, di dalam berperilaku terutama. Oleh sebab itu bagi semua orang tua di haruskan sangat menjaga pergaulan anak, seperti halnya mama lana, dia sangat menjaga pergaulan lana, mama lana sangat melarang, dikatakan sangat siya tidak juga, tapi menganjurkan lana, tidak sering bergaul dengan anak-anak bawah rumahnya, karena mereka di pandang, buruk akhlaknya, entah itu perbuatanya ataupun perkataanya. Tapi karena lana di sekitar rumah dia kurang banyak bahkan tidak ada anak seumuranya lanapun melanggar anjuran mamanya, dia selalu bermain dengan anak bawah rumahnya. Alhasil lana pun menyadari bahwa kurang baik bermain dengan mereka, karena dia merasa terutama dalam perkataanya dia sangat jelek, seperti preman jalanan, lana merasa sangat enak mengatakan kata-kata kotor terasa tak ada yang halanginya, dan memfilternya, dengan itu dengan umur lana yang masih muda dapat dikatakan masih anak-anak lana berfikir dia harus menyaring apa yang dia dapat dari pergaulan, bolehlah dia bergaul tapi 

Di sekolahan lana juga anak yang ya standarlah lumayan di atas rata-rata, guru-guru juga sangat hafal dengan dia karena dia tergolong orang terpandang dan juga agak pintar, dari prestasi extra sekolah saat SD lana lumayan bagus, lana sering mengikuti lomba-lomba, seperti siaga, pramuka grak jalan dan lain-lain. Sampe saatnya dia lulus dari SD, dia masih di saluti oleh guru-gurunya dan teman-nya, pada akhir kelas lana menjalankan kesunatan nabi ibrahim AS, lana memotong katirnya(sunat/khitan) pada waktu itu pada waktu lebaran tepat keluarga besar entah itu dari bapak ataupun mama sedang kumpul, maka acara khitanan itu ya di katakan hanya di rayakan oleh kelurga, tapi dari tetangga yang denger cerita itu pasti dia akan menengok, dan membawa apa yang lana harapkan dari khitanan.

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Rindu Buta Kepada Muhammad

Terlalu banyak baris kata untuk menjelaskan rinduku kepada engkau  Ya Muhammad  Rinduku tertumpuk hingga berdebu Aku berharap angin menghantarkan debu menyampaikan sedikit rinduku Awalnya remuk hancur hati ini karena ledakan rindu itu Berkat para pewaris engkau Aku tahu sebagian caranya Cara mengundang angin agar menghantarkan debu-debu rinduku Dengan membaca risalah mu tareh mu Serta pujian-pujian kepadamu Seperti yang diajarkan para guruku  Itu semua terbungkus dalam maulid Nabi Muhammad  Hanya dengan itu ya Muhammad Aku menyampaikan rinduku Aku memohon agar engkau tak menyia-nyiakan rinduku Seorang perindu yang hidupnya sia-sia Tanpa engkau ya Muhammad 

Taisir I : Taqwa, Penyebab Taqwa dan Dampak Bertaqwa

Takwa adalah melakukan yang di perintah Allah 'azza wa jalla dan menghindari larangan Allah 'azza wa jalla di saar sepi atau ramai.Takwa juga tidak akan sempurna kecuali meninggalkan setiap sesuatu yang hina serta dapat sempurna dengan menghiasinya dengan setiap sesuatu yang utama. Takwa merupakan jalan yang ditempuh oleh orang yang mendapatkan petunjuk dan merupakan ikatan kuat bagi orang yang berpegangan, dengan ikatan tersebut maka orang tersebut akan selamat. Ada banyak sebab menjadikan orang bertaqwa, sebagian dari banyaknya sebab yaitu : Orang tersebut sadar bahwa dia hanyalah hamba Allah yang hina sedangkan Allah dzat yang maha kuat dan dzat yang maha mulia. Tidak pantas bagi orang yang hanya menjadi hamba yang hina durhaka/maksiyat kepada pangerannya yaitu Allah dzat yang maha mulia karena hakikatnya diri dan jiwa seorang hamba dikuasai oleh pangerannya. Orang tersebut ingat betapa baiknya Allah SWT kepadanya disetiap hidup dan perilakunya, dengan seperti itu maka orang...

Dulu Diremehkan, Sekarang Dipentingkan #putusrantaikorona

#putusrantaikorona Sifat sombong dan meremehkannya saya sangat terasa dampaknya sekarang, sangat nyata perwujudanya. Saat dinasihati orang tua, saat diajari oleh para tokoh dll, saya sangat meremehkan itu semua, dengan berbagai alasan seperti "aah itukan zaman dulu sekarang udah beda", "itu cuma mitos", dll. Okeh kalo memang saya itu ngeyelan, sok tau, dan sayapun menyesal tak apa, serta menyalahkan diri saya untuk sesaat tak apa, tapi saya lalu mengambil hikmahnya jangan sampai saya mengulangi nanti nanti nanti dan nantinya, sekarang waktunya menerima konsekuensinya lalu memperbaikinya dengan hal yang bisa saya lakukan, yaitu memutus rantai penularanya dalam hal ini ialah virus korona. Beberapa hal yang dulu saya remehkan sekarang menjadi sangat penting seperti mencuci tangan, menggunakan barang yang bersih, menjaga makanan yang dimakan, menjaga udara dari polusi dan masih banyak lainya Didalam agama saya agama islam juga mengajarkan hal-hal yang jika dilihat ...