Sosial mediaku ahir-ahir ini penuh dengan opini tentang KDRT, yang kebetulan ramai sejak ada ustadzah yang menceritakan kejadian yang dialami oleh sepasang suami istri di jeddah. Jadi harap dicermati refrensi sang ustadzah itu kota jedah ya.
Orang-orang kebanyakan lalu mendadak mempelajari tengtang
KDRT dan memberikan opininya. Saya pribadi ucapkan banyak terimakasih buat beliau
ustadzah, karena beliau orang-orang mulai tahu tentang KDRT. Topik ini terus
berkembang sampai muncul diskusi tentang KDRT dan Aib, lebih jelasnya Perbedaan
KDRT dengan Aib. Karena beliau juga banyak dari mereka para korban ataupun yang merasa korban
mulai speak up atas apa yang mereka alami. Sekali lagi terimakasih Ustadzah.
Perempuan saat ini lagi sering banget jadi bahan diskusi,
mereka meluapkan apa yang mereka tak bisa luapkan. Apa dulu juga banyak masalah
ya sama perempuan, Cuma bedanya dulu gak ada sosmed jadi pada gak tahu. Kira-kira
apa yang mereka lakukan jika terjadi hal semacam itu ya?
Baru juga selesai web series layangan putus, eh malah ada
yang baru lagi masalah KDRT. Bisa jadi layangan putus bisa nih buat skenario
tentang Mas Aris yang tangannya enteng banget ke istrinya, sayangnya tangan
entengnya bukan untuk bantu kinan motongin kangkung, tapi buat mukul kinan, eh
lidya ya, kan sama kinan udah cerai. Atau bisa dibalik Mas Aris yang teraniaya
oleh Lidya, sering dipukul karena telat pulang, pulangnya kemaleman, Lupa tutup
pintu, abis make handuk ditaruh di kasur.
Bapak-bapak mereka kadang malu menceritakan kehebohan dari
istrinya, heboh dalam tanda kutip ya. Walau waktu pergi ke pos kamling dia baru
dilempar wajan sama istrinya, tapi dia malu takutnya malah diketawain sama
bapak-bapak yang lain.
“hahaha, kenapa memang? Gak dikasih jatah ya? Mungkin seperti
itu kata bapak-bapak yang lain. Ada juga yang “hehehehe kamu baru sekali, aku
tiap hari, sampe perabot rumah tiap hari beli”
Kalo ibu-ibu tu kadang lemes banget kalo ceritain suaminya. Apalagi
kalo sudah kumpul sama ibu-ibu lain yang kenal sama keluarga mereka.
Hal tersebut juga buat aku bingung, istri seolah lemah
banget. Tapi dari dulu sampai sekarang slogan yang mashur dikalangan
orang-orang yang sudah nikah, khusunya bapak-bapak itu ”Suami takut istri”. Tapi
kalo ada suami yang ngeluh istrinya galak dianggap wajar, bahkan istrinya yang
dibela, jadi apa yang istri lakukan kepada suaminya itu benar.
Pernah aku nonton drama korea “Witch’s Court”
didalam drama itu ada kasus seorang laki-laki diperkosa oleh seorang perempuan,
detailnya mahasiswa laki-laki diperkosa oleh dosen pembimbing tesis nya. Pada awalnya
sang dosen memanipulasi kejadian dengan memanfaatkan sifat lemah perempuan, dia
menangis dan trauma atas apa yang dia timpa. Masyarakat saat itu sangat percaya
dengan dosen wanita itu, ya masa ada laki-laki di perkosa perempuan gak mungkin
lah, itu anggapan masyarakat. Mahasiswa itu yang awalnya melaporkan sang dosen,
saat melihat reaksi masyarakat dia mulai berfikir untuk mencabut berkas laporan.
Namun ahirnya tidak jadi, dan masuklah dalam persidangan dan terbukti sang dosenlah
yang memperkosa mahasiswanya.
Kewajaran yang merambah di masyarakat untuk perempuan
sudahlah sangat membantu mereka. Namun bukan bererti laki-laki selalu salah,
jika perempuan menangis, dan menganggap salah. Perempuan atau cewe itu
sebenarnya sering banget melakukan KDRT ke laki-laki atau cowonya. Cowo pasti
pernah ditempeleng kepalanya oleh cewenya, cowo pasti pernah dicubit cewenya
sampai ngecap, cowo pasti pernah ditabok cewenya sampai biru. Kadang juga kalau
sudah menikah kalau istri marah dia melempar apapun yang dihadapannya, entah
itu lemparannya ke suaminya atau ke sembarang arah, ada juga yang nyuruh suaminya
tidur di luar padahal diluar dingin banyak nyamuk, nanti kalau sakit bagaimana?.
Kekerasan tidak melulu tentang fisik loh, kekerasan secara
verbal juga ada, bahkan bisa saja lebih berbahaya karena merusak mental. Dan
dari dua gender ini, jujur aja secara realita ya cewe yang pedes omongannya.
Kenapa kalo cowo yang ngeluh atas kekerasan cewenya gak
menarik? Yayalah pasti banyak orang nganggap cowo lemah. Contoh aku saja saat
ini, pasti ada dari mereka yang membaca ini ngomong aku cowo lemah. “ah kamu begitu
aja lapor, lemah banget si jadi cowo, cewe kan memang wataknya gitu, cewe mah begitu
sudah biasa”, Ah biasa gundulmu, wajar tai kucing.
Biar fair aku usul slogan “SUAMI TAKUT ISTRI” di
ganti saja “ISTRI TAKUT SUAMI” biar istri tambah digdaya.
Maaf, maaf semuanya ini hanya fiktif.

Comments
Post a Comment